Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Arab Saudi Tingkatkan Kepemilikan atas Saham Korporasi AS

Kamis 18 Feb 2021 00:50 WIB

Red: Nidia Zuraya

Bendera Arab Saudi

Bendera Arab Saudi

Foto: AP/Amr Nabil
Jumlah saham korporasi AS yang dimiliki lembaga investasi Saudi 12,8 miliar dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Public Investment Fund (PIF), lembaga pengelola dana investasi, milik Arab Saudi telah meningkatkan kepemilikannya atas saham AS menjadi hampir 12,8 miliar dolar AS pada kuartal keempat dari 7,0 miliar dolar AS pada kuartal ketiga, ungkap laporan regulator AS pada Selasa (16/2).

PIF mengambil taruhan baru di kuartal terakhir, membeli 1,07 miliar dolar AS saham di Electronic Arts Inc dan 1,4 miliar dolar AS saham di Activision Blizzard, menurut laporan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS.

Baca Juga

Pada kuartal ketiga, PIF telah memangkas eksposurnya ke ekuitas Amerika Utara sebesar 3,0 miliar dolar AS, melepas beberapa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) dan saham termasuk Berkshire Hathaway.

Pada awal 2020, lembaga pengelola dana investasi itu mengumpulkan saham minoritas di perusahaan-perusahaan di seluruh dunia, termasuk perusahaan minyak, memanfaatkan pelemahan pasar yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Arab Saudi mentransfer total 40 miliar dolar AS dari cadangan devisa bank sentral untuk mendanai investasi oleh lembaga pengelola dana investasi milik negara PIF pada Maret dan April tahun lalu.

Pengajuan terbaru menunjukkan nilai kepemilikan saham AS terbesarnya, Uber Technologies, naik menjadi 3,7 miliar dolar AS pada kuartal keempat, dari 2,66 miliar dolar AS pada kuartal ketiga setelah saham perusahaan ride-hailing itu melonjak hampir 40 persen kuartal-ke-kuartal.

Sovereign Wealth Fund Saudi adalah investor awal di Uber, mengambil 3,5 miliar dolar AS saham pada 2016, tiga tahun sebelum perusahaan itu tercatat di bursa pada 2019.

PIF, yang mengelola aset 400 miliar dolar AS, berencana untuk menggandakan asetnya menjadi 4,0 triliun riyal (1,07 triliun dolar AS) pada tahun 2025, dalam sebuah langkah yang akan menjadikannya salah satu SWF terbesar di dunia.

Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman telah lama mendorong PIF sebagai papan utama dalam rencananya untuk menemukan cara mendorong pertumbuhan sambil menyapih ekonomi dari ketergantungannya pada minyak.

 

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA