Wednesday, 16 Jumadil Akhir 1443 / 19 January 2022

Wednesday, 16 Jumadil Akhir 1443 / 19 January 2022

Pakistan Setuju Vaksin Rusia untuk Penggunaan Darurat

Selasa 09 Feb 2021 18:27 WIB

Red: Ani Nursalikah

Pakistan Setuju Vaksin Rusia untuk Penggunaan Darurat. Wanita Pakistan yang tinggal di daerah pedesaan mengenakan masker wajah ketika kasus baru Covid19 dilaporkan, pada malam Hari Internasional untuk Wanita Pedesaan di Hyderabad, Pakistan, 14 Oktober 2020. Negara-negara di seluruh dunia mengambil langkah-langkah yang ditingkatkan untuk membendung penyebaran SARS -CoV-2 coronavirus yang menyebabkan penyakit Covid-19. Buka

Pakistan Setuju Vaksin Rusia untuk Penggunaan Darurat. Wanita Pakistan yang tinggal di daerah pedesaan mengenakan masker wajah ketika kasus baru Covid19 dilaporkan, pada malam Hari Internasional untuk Wanita Pedesaan di Hyderabad, Pakistan, 14 Oktober 2020. Negara-negara di seluruh dunia mengambil langkah-langkah yang ditingkatkan untuk membendung penyebaran SARS -CoV-2 coronavirus yang menyebabkan penyakit Covid-19. Buka

Foto: EPA-EFE/NADEEM KHAWAR
Pakistan telah meluncurkan program vaksinasi dengan 500 ribu dosis Sinopharm.

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Pakistan menyetujui vaksin Covid-19 dari Rusia, Sputnik V, untuk penggunaan darurat setelah sebelumnya memberikan izin yang sama untuk vaksin yang dikembangkan Sinopharm China dan AstraZeneca/Universitas Oxford.

"Sputnik telah menerima EUA (otorisasi penggunaan darurat)," kata Menteri Kesehatan Pakistan Faisal Sultan melalui pesan teks kepada Reuters, Selasa (9/2).

Baca Juga

Vaksin Sputnik V diberikan dalam dua suntikan yang berselang tiga minggu. Vaksin ini memiliki masa simpan enam bulan pada suhu minus 18 Celsius.

Otorisasi kepada M / s AGP Ltd, Karachi sebagai pemilik tunggal Dana Investasi Langsung M / s Rusia berlaku hingga 1 April 2021. Vaksin itu digunakan untuk imunisasi individu di atas usia 18 tahun.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA