Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Bahrain Kutuk Houthi atas Pengiriman Peledak ke Arab Saudi

Senin 08 Feb 2021 18:00 WIB

Rep: Ratna ajeng tejomukti/ Red: Muhammad Hafil

Serangan drone Houthi ke fasilitas pengolah minyak Arab Saudi, Abqaiq, menyebabkan kebakaran dan menghentikan setengah pasokan minyak di Buqyaq, Arab Saudi, Sabtu (14/9). Terlihat asap kebakaran membumbung.

Serangan drone Houthi ke fasilitas pengolah minyak Arab Saudi, Abqaiq, menyebabkan kebakaran dan menghentikan setengah pasokan minyak di Buqyaq, Arab Saudi, Sabtu (14/9). Terlihat asap kebakaran membumbung.

Foto: Al-Arabiya via AP
Pengiriman Peledak ke Arab Saudi oleh Houthi dikutuk Bahrain.

REPUBLIKA.CO.ID,MANAMA -- Kerajaan Bahrain mengutuk keras peluncuran pesawat tak berawak bermuatan bahan peledak oleh milisi Houthi dari Yaman ke wilayah Arab Saudi.

Kementerian Luar Negeri memuji kewaspadaan Koalisi Mendukung Legitimasi di Yaman yang berhasil mencegat dan menghancurkan drone tersebut. Tercatat bahwa aksi ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan Kerajaan Arab Saudi. 

Baca Juga

Ini juga menekankan solidaritas Kerajaan Bahrain dengan Kerajaan Arab Saudi dalam semua tindakan yang diambil terhadap upaya untuk menargetkan keamanannya dan keselamatan warga dan penduduknya.

Tak hanya Bahrain, beberapa negara lain juga mengutuk keras tindakan Houthi tersebut. Salah satunya adalah Kuwait. 

Sementara itu Koalisi Arab mengatakan bahwa mereka telah mencegat dan menghancurkan pesawat tak berawak yang diluncurkan oleh milisi Houthi yang berpihak pada Iran menuju Arab Saudi selatan.

"Kendaraan udara tak berawak yang bermuatan bom itu ditujukan untuk menargetkan warga sipil dan objek sipil," juru bicara Koalisi Kolonel Turki al-Malki mengatakan dalam sebuah pernyataan.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA