Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Kehidupan Pra-Islam, Desa Tiss yang Berusia 2.800 Tahun

Ahad 07 Feb 2021 17:00 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Muhammad Hafil

Kehidupan Pra-Islam, Desa Tiss yang Berusia 2.800 Tahun

Kehidupan Pra-Islam, Desa Tiss yang Berusia 2.800 Tahun

Foto: Irna
Desa Tiss berusia 2.800 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, NEGOUR – Dalam beberapa buku tentang penaklukan Aleksander Agung, dijelaskan tempat peribadahan ini merupakan salah satu tanda kehidupan pra-Islam di Desa Tiss, Dashtiari, Iran. Tiss telah dianggap sebagai kota perdagangan gula dan gandum. Jadi, para pedagang telah menggunakan desa itu sebagai kota pelabuhan yang sekarang menjadi zona perdagangan bebas.

Setelah ratusan tahun, pelabuhan yang sibuk itu berubah menjadi desa dengan dermaga nelayan. Sebagian besar penduduk desa adalah nelayan. Mereka berangkat kerja pada malam hari dan kembali ke dermaga sebelum matahari terbit.

Baca Juga

Desa ini memiliki tempat-tempat ajaib yang berbeda, termasuk kuburan kuno yang diberi nama kuburan jin. Pemakaman ini terletak di dekat Kastil Portugis di atas bukit. Ada kuburan aneh, yaitu lubang kecil dan besar di tengah bebatuan.

Sekitar 200 kuburan ada di pemakaman berusia 2300 tahun itu. Salah satu kuburan sama sekali tidak rusak dengan lebar sekitar 110 sentimeter dan panjang 225 sentimeter. Sampai sekarang pun banyak orang yang masih terkejut dengan ukuran kuburan ini.

Dilansir IRNA, Ahad (7/2), salah satu keajaiban Tiss lainnya adalah tiga Gua Ban Messi di kaki Gunung Shahbazband. Satu gua buatan manusia dan dua gua alami. Nama Ban Messi berarti tempat beribadah bagi orang-orang shaleh. Di dalam salah satu gua terdapat kuburan kecil yang terbuat dari gips berbentuk bujur sangkar dengan kubah kecil di atasnya.

Untuk menghilangkan kengerian berada di kuburan misterius, para wisatawan bisa berkunjung ke kebun raya dilengkapi dengan pepohonan yang berjenis tanaman di wilayah Chabahar di taman. Kastil Portugis adalah pengingat pendudukan di wilayah itu. Penjajah Portugis membangun kastil untuk digunakan sebagai menara pengawas laut dan benteng itu dibangun dengan menggunakan mortar, batu, dan bata.

Sejak tahun 1993, Desa Tiss dianggap sebagai salah satu kawasan yang termasuk dalam Zona Perdagangan Bebas (FTZ). Jadi, pemerintah telah mementingkan desa kuno untuk membuka dasar bagi kemajuannya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA