Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Warga Jakarta Dipersilakan Isolasi di Asrama Haji Bekasi

Kamis 04 Feb 2021 13:47 WIB

Rep: Uji Sukma Medianti/ Red: Gita Amanda

Asrama Haji Kota Bekasi yang dipersiapkan menjadi tempat isolasi pasien Covid-19 untuk mengantisipasi klaster Pilkada Jawa Barat. Rabu (9/12).

Asrama Haji Kota Bekasi yang dipersiapkan menjadi tempat isolasi pasien Covid-19 untuk mengantisipasi klaster Pilkada Jawa Barat. Rabu (9/12).

Foto: Republika/Uji Sukma Medianti
Asrama haji tempat paling representatif bagi para pasien Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum, meninjau langsung persiapan penggunaan Asrama Haji Kota Bekasi sebagai tempat isolasi pasien tanpa gejala (OTG) Covid-19, Kamis (4/2). Menurutnya, asrama haji tempat paling representatif di wilayah ini bagi para pasien.

“Saya ditugasi oleh Pak Gubernur untuk meninjau kesiapan asrama haji dijadikan tempat isolasi mereka yang terpapar corona. Melihat tempat ini, sangat representatif sekali,” terang Uu, kepada wartawan.

Uu menerangkan, informasi yang dia terima saat ini kapasitas fasilitas isolasi pasien Covid-19 di Kota Bekasi sudah mencapai 85 persen. Diharapkan, dengan beroperasinya asrama haji sebagai tempat isolasi, maka kebutuhan dapat teratasi.

“Memang di Kota Bekasi ini 85 persen tempat isolasi penuh, tapi belum ditambah ini. Di sini kapasitasnya ada 105 kamar. 1 kamar 2 bed, berarti bisa diisii oleh 210 orang,” terang dia.

Lebih lanjut, Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengatakan, apabila ada pasien yang berasal dari luar Jawa Barat, termasuk DKI Jakarta, ingin dirawat di rumah sakit darurat ini maka tidak boleh ditolak.

“Seandainya ada pasien dari luar Jawa Barat termasuk mungkin DKI Jakarta, kami tidak menolak, silakan saja. Kami siap, termasuk dari daerah perbatasan,” jelas dia.

Adapun, kamar yang disediakan untuk isolasi totalnya ada 150 kamar yang terdiri dari 75 kamar di Gedung Mina E, 35 kamar di gedung Mina D dan 40 kamar di Gedung C. Masing-masing kamar dapat menampung dua orang pasien.

Sementara itu, untuk tenaga kesehatan yang bertugas di Asrama Haji Kota Bekasi akan disediakan kamar yakni di Gedung Muzdalifah. Sedianya ada 200 nakes yang dikerahkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA