Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Terinfeksi Covid-19 Usai Divaksin, Ini Kata IDI

Rabu 03 Feb 2021 13:43 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Dwi Murdaningsih

Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 Sinovac ke tenaga kesehatan saat Gebyar Vaksinasi Covid-19 di Gedung Sasana Budaya Ganesa, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Rabu (3/2). Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menggelar vaksinasi Covid-19 secara masif bagi sedikitnya 3.000 tenaga kesehatan serta sumber daya manusia (SDM) di lingkungan kesehatan di Kota Bandung sebagai upaya percepatan capaian target vaksinasi Covid-19. Foto: Abdan Syakura/Republika

Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 Sinovac ke tenaga kesehatan saat Gebyar Vaksinasi Covid-19 di Gedung Sasana Budaya Ganesa, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Rabu (3/2). Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menggelar vaksinasi Covid-19 secara masif bagi sedikitnya 3.000 tenaga kesehatan serta sumber daya manusia (SDM) di lingkungan kesehatan di Kota Bandung sebagai upaya percepatan capaian target vaksinasi Covid-19. Foto: Abdan Syakura/Republika

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Kekebalan bertahap setelah divaksin terbentuk hingga hari ketujuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Satgas Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban memantau kasus terinfeksi Covid-19 walau sudah memperoleh suntikan vaksinasi. Zubairi mengungkapkan efek vaksin berupa kekebalan tubuh tak bisa langsung didapat maksimal di vaksinasi pertama.

Prof Zubairi menjelaskan setelah divaksinasi suntikan pertama tidak langsung spontan muncul kekebalan kalau terinfeksi. Kekebalan bertahap terbentuk hingga hari ketujuh.

"Kalau sebelum waktu itu (tujuh hari) kena virus Covid-19 bisa saja tertular," kata Zubairi pada Republika.co.id, Rabu (3/2).

Zubairi menyampaikan bahkan setelah hari ketujuh, kekebalan atas Covid-19 baru sedikit terbangun. Pada hari ke-14 usai vaksinasi pertama, tubuh baru membangun setengah kekebalan. Di hari ke-14 juga, seseorang mendapat vaksinasi kedua.

"Setelah hari ke-30 atau sebulan usai vaksinasi pertama baru badan kita terlindung, tubuh baru punya antibodi cukup kuat terhadap virus Covid yang masuk. Jadi baru optimal setelah minimal 4 Minggu dari vaksinasi pertama," ungkap dokter Spesialis Penyakit Dalam itu.

Baca juga : Mudah Marah Selama Pandemi? Coba Lima Cara Ini

Prof Zubairi menyebut kasus terinfeksi Covid-19 usai vaksinasi tak hanya terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat tetap tenang. Ia mengajak masyarakat tetap menerima vaksinasi sebagai upaya melawan Covid-19.

"Peristiwa tertular Covid usai divaksin juga terjadi di Israel. Bahkan sampai 200an orang kena. Mereka pakai vaksin Pfizer. Hari 1-7 memang belum berdampak vaksinnya," ujar Zubairi.

Diketahui, Wakil Wali Kota Depok Jawa Barat, Pradi Supriatna dan Bupati Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Purnomo dikonfirmasi terinfeksi virus corona tak lama usai memperoleh suntikan dosis pertama vaksin Covid-19 Sinovac. Keduanya menjalani vaksinasi pada (14/1) lalu.

Pradi dinyatakan positif Covid-19 usai hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR)-nya keluar pada Sabtu (30/1). Sedangkan Purnomo dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil PCR keluar pada Kamis (21/1).

Baca Juga

Baca juga : Tarif Tes Genose di Stasiun Rp 20 Ribu

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA