Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Diluncurkan Besok, Ini Pesan KNEKS untuk BSI

Ahad 31 Jan 2021 17:25 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Fuji Pratiwi

Pekerja saat mengecat papan berlogo Bank Syariah Indonesia di Jakarta, Ahad (31/1). Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) berharap BSI dapat menjadi penggerak utama dalam literasi keuangan syariah Indonesia.

Pekerja saat mengecat papan berlogo Bank Syariah Indonesia di Jakarta, Ahad (31/1). Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) berharap BSI dapat menjadi penggerak utama dalam literasi keuangan syariah Indonesia.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
KNEKS berharap BSI menjadi prime mover ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Syariah Indonesia (BSI) akan resmi diluncurkan pada Senin, 1 Februari 2021 esok. Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) berharap BSI dapat menjadi penggerak utama dalam literasi keuangan syariah Indonesia.

"Saya berharap BSI dapat menjadi prime mover dalam pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah," kata Direktur Eksekutif KNKS, Ventje Rahardjo kepada Republika, Ahad (31/1).

Bank Syariah Indonesia akan mempunyai basis konsumen yang besar, produk yang lengkap dan jaringan yang luas. Dengan jaringan 1.200 kantor, 20 ribu pegawai dan 15 juta nasabah, pengaruh komunikasi pemasaran BSI akan terasa masif dan terstruktur untuk mempercepat laju literasi keuangan syariah.

Baca Juga

Ventje mengatakan, BSI dapat berperan besar dalam meningkatkan pengembangan ekosistem halal yang sudah dirintis oleh bank-bank syariah anak BUMN sebelum merger. Selain itu, BSI juga akan mempunyai kapasitas dan dapat memperkuat kapabilitas serta eksposur pembiayaan wholesale baik di dalam dan luar negeri.

"Kami harapkan BSI juga tetap melayani segmen UMKM dengan skema value-chain serta meningkatkan kapabilitas IT dan SDM," kata dia..

PT Bank Syariah Indonesia Tbk akan diluncurkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (1/2) di Istana Negara. Per Desember 2020, ketiga bank syariah yang dimerger yakni Mandiri Syariah, BNI Syariah, dan BRI Syariah telah membukukan aset Rp 239,56 triliun dengan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp 209,98 triliun dan pembiayaan sebesar Rp 156,51 triliun.

Modal inti tercatat Rp 22,61 triliun dan laba bersih sebesar Rp 2,19 triliun. Menurut proyeksi, BSI akan mencapai posisi pembiayaan sebesar Rp 272 triliun dan pendanaan Rp 336 triliun pada 2025.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA