Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Pemkot Segera Ajukan Tambahan Vaksin untuk Pelayan Publik

Ahad 31 Jan 2021 11:50 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ratna Puspita

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana.

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana.

Foto: Dok Pemkot Surabaya
Program vaksinasi Covid-19 di Kota Surabaya telah berjalan sekitar dua pekan.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana meminta masyarakat Kota Pahlawan tidak takut untuk menjalani vaksinasi Covid-19. Apalagi jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat Surabaya telah memberi contoh menjalani vaksinasi, tanpa ada gejala apa pun.

Menurut dia, Vaksinasi Covid-19 yang dijalankan sebagai bentuk ikhtiar dalm upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Makanya, saya sampaikan kepada warga Surabaya untuk tidak perlu khawatir atau tidak perlu takut divaksin. Karena ini merupakan bagian dari ikhtiar kita bersama dalam menekan penyebaran Covid-19,” kata Whisnu di Surabaya, Ahad (31/1).

Baca Juga

Program vaksinasi Covid-19 di Surabaya telah berjalan sekitar dua pekan. Whisnu memastikan program vaksinasi yang dijalankan berjalan lancar dan aman. Whisnu menambahkan, dari 31 ribu tenaga kesehatan yang menjadi sasaran program vaksinasi tersebut, hampir seluruhnya telah disuntik vaksin.

Whisnu juga menjelaskan, Pemkot Surabaya sudah melakukan langkah-langkah percepatan untuk melakukan vaksinasi kepada para tenaga kesehatan. Ditargetkan, pada awal Februari 2021, para tenaga kesehatan yang telah divaksin di tahap pertama, akan kembali menjalani penyuntikan vaksin untuk kedua kalinya.

“Awal bulan, kita memasuki tahap kedua vaksinasi untuk Nakes dan diharapkan selesai sekitar 14 hari ke depannya,” ujarnya.

Whisnu menargetkan, pada pekan ketiga Februari 2021, Pemkot Surabaya sudah bergerak untuk melakukan vaksinasi gelombang kedua. Sasarannya adalah para pelayan publik, termasuk TNI-Polri, seluruh OPD, dan beberapa kelompok masyarakat yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik.

“Jadi, ketika tahap dua (suntik vaksin kedua) berjalan, kami akan mengajukan lagi agar mendapatkan tambahan vaksin. Agar nantinya vaksinasi bisa langsung dilakukan setelah tahap dua ini," kata dia.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA