Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Harlah NU ke-95

Ikut Rayakan Harlah NU ke-95, PDIP Jadi Rumah Kebangsaan

Sabtu 30 Jan 2021 18:46 WIB

Red: Muhammad Hafil

Ikut Rayakan Harlah NU ke-95, PDIP Jadi Rumah Kebangsaan. Foto:  (ilustrasi) logo nahdlatul ulama

Ikut Rayakan Harlah NU ke-95, PDIP Jadi Rumah Kebangsaan. Foto: (ilustrasi) logo nahdlatul ulama

Foto: tangkapan layar wikipedia
Rumah kebangsaan PDIP dicerminkan dengan ikut Harlah NU ke-95.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nahdlatul Ulama (NU) sebagai salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia akan memasuki usia 95 tahun. PDI Perjuangan (PDIP) sebagai partai nasionalis akan turut memperingati milad NU itu. 

Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia Yayan Sopyani Al Hadi menyebut, perayaan Harlah NU oleh PDIP bukti PDIP merupakan rumah kebangsaan. 

"Di hari kelahiran Nahdlatul Ulama (NU), sebagai anak Muhammadiyah, kami bangga dan sangat mengapresiasi PDI Perjuangan yang menyelenggarakan Harlah NU yang ke-95. Inilah wujud dan bukti betapa PDI Perjuangan benar-benar menjadi rumah Nusantara yang berkemajuan," kata Yayan, Sabtu (30/1) 

Baca Juga

"Sebagai anak-anak muda Muhammadiyah yang ada di PDI Perjuangan pula, kami mengucapkan selamat Hari Lahir NU yang ke-95. Semoga tetap istiqomah dalam menyebarkan ahlu sunnah dan dalam merawat NKRI," tambah Yayan. 

Dijelaskan Yayan, merujuk ke riset seorang Indonesianis Clifford Geertz di era Belanda, masyarakat digambarkan terbelah dalam kelompok santri, priyayi dan abangan. 

Saat ini, kelompok sosial ini pun masih tercermin dalam peta politik Indonesia modern antara kelompok agama dan kelompok nasionalis. Menurut Yayan, dua kelompok sosial ini seringkali dibenturkan, bukan direkatkan sebagai dua elemen kekuatan bangsa Indonesia. 

"Beruntung ada PDI Perjuangan, yang mewarisi semangat gotong-royong dan ruh persatuan dari Bung Karno yang berkobar-kobar. PDI Perjuangan mewujud sebagai rumah Nusantara bagi kelompok agama dan nasionalis," urai Yayan. 

Di PDIP, lanjut Yayan, seorang yang memegang teguh agama sesuai dengan keyakinannya, ia juga seorang nasionalis sejati. Sebaliknya, nasionalis sejati yang tumbuh subur di lahan ideologis PDIP juga adalah mereka yang memegang teguh agamanya dengan kokoh.  

"Termasuk di dalamnya itu adalah kami anak-anak muda Muhammadiyah dan NU. Kami adalah seorang muslim dan juga seorang nasionalis," papar Ketua Kornas Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu. 

Lebih lanjut, Yayan menegaskan, di dalam tubuh PDIP, anak-anak muda Muhammadiyah dan NU sangat solid dan kokoh dalam menjalin ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama anak bangsa) dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan umat manusia). 

"Kami bersyukur, besar dan dibesarkan PDI Perjuangan. Lebih-lebih kami bersyukur, PDI Perjuangan sangat komitmen, konsisten dan teguh-kokoh dalam merawat kebhinnekaan dan keragaman dalam bingkai Darul Ahdi Wa Syahadah (sesuai konsensus bersama, menjunjung tinggi kebhinekaan)," kata Yayan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA