Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Sejumlah Pengungsi Banjir Mulai Kembali ke Rumah

Senin 25 Jan 2021 11:18 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Warga membersihkan genangan banjir di sekitar rumahnya (ilustrasi)

Warga membersihkan genangan banjir di sekitar rumahnya (ilustrasi)

Foto: Prayogi/Republika.
Namun ada juga masyarakat desa setempat lebih memilih berdiam di rumah masing-masing

REPUBLIKA.CO.ID, TERNATE -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara mengakui sejumlah pengungsi banjir yang melanda sejumlah kecamatan di kabupaten itu sebagian besar telah kembali ke rumahnya masing-masing. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halut Abner Manery di Ternate, Senin (25/1) mengatakan, saat ini pengungsi yang masih bertahan di tempat pengungsian khususnya di desa Roko kecamatan Galela Barat tersisa 45 Kepala Keluarga (KK).

Sedangkan, untuk desa Ngajam kecamatan Loloda Utara (Lolut) saat ini jumlah pengungsi 70 KK dengan jumlah 323 jiwa. "Desa Roko berjumlah 45 KK itu jumlah pastinya belum diketahui karena belum dilaporkan kembali," kata Abner.

Begitu pula, untuk desa Worimoi kecamatan Lolut juga terjadi banjir, namun, masyarakat desa setempat lebih memilih berdiam di rumah masing-masing menjaga harta bendanya. Kemudian di Ngajam, ada dua bencana yang terjadi di desa tersebut, yakni banjir dan longsor dan longsor juga merusak rumah dan satunya juga rusak berat akibat banjir.

Baca Juga

"Kami selaku Pemerintah Daerah berupaya lakukan koordinasi dengan Provinsi Malut juga pusat. Kerusakan akibat banjir dan longsor ada dua fasilitas yang rusak, baik jalan dan perumahan warga," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba mencatat, bantuan juga telah disalurkan Polda Malut dan Pemprov Malut untuk masyarakat terkena dampak bencana alam berupa banjir telah tersalur kepada 1.537 Kepala Keluarga dan 6963 jiwa terdampak banjir Halut.

Dia menyebut, sebagian besar 36 ribu jiwa penduduk di Galela yang terdampak akibat putusnya satu-satunya jembatan penghubung kecamatan itu, sehingga pengaruhi akses ekonomi masyarakat. Kepala BPBD Halut Abner Manery mencatat, warga di empat kecamatan rumahnya terendam banjir pada peristiwa banjir dan mereka harus mengungsi ke berbagai tempat yang aman.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA