Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Tiga Kecamatan dengan Kasus Aktif Covid Tertinggi di Bandung

Ahad 24 Jan 2021 14:57 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Indira Rezkisari

Kecamatan Antapani, Buahbatu dan Lengkong di Kota Bandung, Jabar, adalah tiga daerah penyumbang kasus penyebaran Covid-19 di kota tersebut.

Kecamatan Antapani, Buahbatu dan Lengkong di Kota Bandung, Jabar, adalah tiga daerah penyumbang kasus penyebaran Covid-19 di kota tersebut.

Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Tiga kecamatan tersebut adalah Antapani, Buahbatu, dan Lengkong.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pusat data dan informasi Covid-19 Kota Bandung melansir 10 kecamatan dengan kasus positif aktif Covid-19 tertinggi hingga Sabtu (23/1) kemarin. Kecamatan Antapani, Buahbatu dan Lengkong menjadi tiga daerah penyumbang kasus penyebaran Covid-19 tersebar di Bandung.

Pada tingkat Kecamatan Antapani terdapat konfirmasi aktif 126 kasus, Buahbatu 95 kasus, Lengkong 94 kasus, Coblong 72 kasus, Rancasari 67 kasus. Kecamatan Panyileukan 58 kasus, Kiaracondong 58 kasus, Mandalajati 55 kasus, Cibeunying Kidul 52 kasus dan Sukasari 48 kasus.

Pada tingkat Kelurahan Antapani Kidul 46 kasus, Sekejati 36 kasus, Turangga 35 kasus, Sadangserang 33 kasus, Antapani Wetan 32 kasus. Kelurahan Antapani Tengah 30 kasus, Babakan Sari 29 kasus, Jatisari 28 kasus, Sarijadi 27 kasus dan Margasari sebanyak 26 kasus.

Jumlah kasus Covid-19 kumulatif Kota Bandung mencapai 8.097 kasus dengan kasus harian mencapai 200 kasus lebih. Terdiri dari kasus aktif sebanyak 1.261, kasus meninggal dunia 169 kasus dan kasus pasien sembuh sebanyak 6.667.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Ahyani Raksanagara, mengatakan peningkatan kasus terjadi pasca libur panjang. Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk tidak lelah dan disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan tidak lengah.

"Kasus meningkat setelah liburan dan menyebar. Masyarakat disiplin jangan lelah, lalai, lengah melaksanakan 5 M," ujarnya, Ahad (24/1).

Ia menilai peningkatan kasus Covid-19 disebabkan terdapat mobilitas masyarakat yang tinggi. Dinke terus melakukan upaya penelusuran.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA