Ahad 24 Jan 2021 13:16 WIB

Kabel Rumah Pompa Diduga Dipotong Pemulung Iseng

Pemulung yang bisa mangkal di rumah pompa sudah ditertibkan.

Rep: Febryan A/ Red: Indira Rezkisari
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Jakarta Pusat (Jakpus) Irwandi menduga kabel rumah pompa di Dukuh Atas, Kecamatan Tanah Abeng, dipotong pemulung secara iseng.
Foto: @kominfotikjp
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Jakarta Pusat (Jakpus) Irwandi menduga kabel rumah pompa di Dukuh Atas, Kecamatan Tanah Abeng, dipotong pemulung secara iseng.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Plh Wali Kota Jakarta Pusat (Jakpus), Irwandi, menduga kabel rumah pompa di Dukuh Atas, Kecamatan Tanah Abeng, dipotong pemulung secara iseng. Sebab, kabeln berada di bagian luar rumah pompa dan lokasi tersebut juga kerap jadi tempat berkumpulnya pemulung.

"Kejadian baru-baru ini (pemotongan kabel) bukan sabotase. Sabotase sih nggak, mungkin pemulung iseng," kata Irwandi kepada wartawan, Ahad (24/1).

Baca Juga

Irwandi menjelaskan, di sekitar lokasi rumah pompa tersebut memang kerap banyak pemulung yang berkumpul maupun bermalam. Alasannya, lokasi tersebut cenderung sejuk.

Untuk mencegah kejadian tersebut berulang, Irwandi mengaku telah menertibkan pemulung maupun gelandangan di sana. Sejauh ini sudah ada lima Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang ditertibkan dari lokasi tersebut.

"Kami juga sudah bekerja sama dengan Polsek Metro Tanah Abang untuk mengamankan wilayah itu," ujar Irwandi.

Sebelumnya, Kepala Seksi Jalan Jembatan & Kelengkapan Jalan Suku Dinas Bina Marga Jakpus, Yudha Catur Suharnanto, mengatakan, putusnya kabel dan tergelaknya kWh meter milik rumah pompa Dukuh Atas diketahui pada 14 Januari 2021. Hal itu diketahui setalah petugas melakukan pengecekan ke lokasi. Ia menduga hal itu terjadi karena kabel ditarik oleh seseorang.

Sementara itu, Kepala Polsek Tanah Abang, Kompol Singgih Hermawan, mengaku, sudah mendapat informasi terkait sejumlah kabel di Rumah Pompa Dukuh Atas yang dipotong orang tak dikenal. Pihaknya pun telah mengerahkan anggota untuk membongkar kasus tersebut. "Kasus ini sedang diselidiki oleh anggota," kata Singgih, Kamis (21/1).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement