Jumat 22 Jan 2021 00:13 WIB

China Kekurangan Sopir Pembawa Mobil Vaksin Sinovac

Upaya vaksinasi di Cina sangat memungkinkan.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Andi Nur Aminah
Seorang wanita mendapat suntikan vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh China. (ilustrasi)
Foto: AP/Carla Carniel
Seorang wanita mendapat suntikan vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh China. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Distributor vaksin Covid-19 Sinovac di Cina mengatakan sedang menghadapi kekurangan sopir pembawa mobil vaksin. Hal ini karena gelombang infeksi baru dan terburuk dari sebelumnya menambah urgensi upaya vaksinasi di Cina.

Dilansir dari Alarabiya, Jointown Pharmaceutical Group, yang mulai mendistribusikan vaksin yang dibuat oleh perusahaan Sinovac bulan ini, telah mempekerjakan 120 pengemudi untuk menangani pengiriman. Tetapi mereka membutuhkan 72 sopir lagi untuk mengurangi kemacetan sambil memastikan operasi normal. 

Baca Juga

Wakil Ketua perusahaan pengiriman, Liu Zhaonian tidak merinci alasan kekurangan pengemudi. Tetapi dia mengatakan pihaknya mengharapkan untuk mengisi kekosongan tersebut pada Senin (25/1).

Cina melaporkan 144 infeksi baru pada hari Rabu, jumlah infeksi harian tertinggi sejak 1 Maret 2020. Penghitungan tetap sebagian kecil dari apa yang dilihatnya selama puncak wabah pada Januari-Februari 2020.

Pihak berwenang meningkatkan upaya vaksinasi dengan tujuan memvaksinasi kelompok prioritas sebelum liburan Tahun Baru Imlek yang padat bulan depan.

Baca juga : Dokter Paru Ungkap 5 Tingkat Derajat Keparahan Covid-19

Cina telah menggunakan tiga vaksin termasuk suntikan Sinovac dalam program darurat yang dimulai pada Juli. Tetapi hanya secara resmi menyetujui satu, dari Sinopharm, untuk masyarakat umum.  Yang keempat hanya digunakan oleh militer.

Jointown mengatakan telah mengirimkan vaksin Covid-19 Sinovac ke lebih dari 10 provinsi sejak 2 Januari.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement