Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

48 Pengungsi Gempa Mamuju Tiba di Lanud Abdulrahman Saleh

Kamis 21 Jan 2021 18:45 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Andi Nur Aminah

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko beserta jajaran menyambut kedatangan pengungsi dari Mamuju, Sulbar di Lanud Abdulrahman Saleh, Kamis (21/1).

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko beserta jajaran menyambut kedatangan pengungsi dari Mamuju, Sulbar di Lanud Abdulrahman Saleh, Kamis (21/1).

Foto: Humas Pemkot Malang
Para pengungsi transit di kantor Dinsos sebelum ke kembali ke kampung halamannya.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Sebanyak 48 orang pengungsi gempa Mamuju Sulawesi Barat mendarat di Landasan Udara Abdurahman Saleh Malang, Kamis (21/1). Puluhan pengungsi disambut oleh sejumlah pihak termasuk Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko beserta jajarannya.

Pria disapa Bung Edi mengaku sengaja hadir untuk menyambut kedatangan pengungsi untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing di berbagai wilayah Jawa Timur (Jatim). Dia berusaha memberikan dukungan moril kepada para korban gempa. Sebab, ia meyakini, hal yang dialami pengungsi memberikan dampak traumatis. 

"Sehingga kepulangan mereka harus kita support dan difasilitasi semaksimal mungkin," kata Bung Edi di Lanud Abdulrahman Saleh Malang, Kamis (21/1).

Baca Juga

Menurut Bung Edi, tidak ada warga Kota Malang dalam daftar pengungsi yang tiba di Lanud Abdulrahman Saleh. Sekitar 38 pengungsi tercatat berasal dari Kabupaten Lamongan dan dua orang asal Lumajang. Kemudian empat orang dari Gresik dan empat orang lainnya asal Tuban.

Bung Edi menegaskan, Pemkot Malang telah menyiapkan berbagai alternatif kebutuhan bagi pengungsi apabila dibutuhkan. Salah satunya dengan menyediakan Kantor Dinas Sosial di Jalan Sulfat sebagai alternatif lokasi untuk transit pengungsi. "Sebelum diberangkatkan ke kampung halamannya masing-masing," jelas pria berkacamata ini dalam keterangan pers, Kamis (21/1).

Bung Edi berharap para pengungsi bisa segera berkumpul dengan keluarganya. Hal ini setidaknya akan menambah ketenangan serta menghilangkan traumatisnya pascabencana gempa di Mamuju.

Gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo telah mengguncang wilayah Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, pada Jumat dini hari (15/1) sekitar pukul 02. 30 WITA. Gempa ini berpusat di enam kilometer timur laut Kabupaten Majene 2.98 LS-118.94 BT pada kedalaman 10 kilometer (Km). Kejadian ini telah merobohkan banyak bangunan dan menyebabkan puluhan korban meninggal, luka dan trauma psikis.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA