Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Reaksi Al Azhar Soal Pernyataan Uskup Agung Yunani

Kamis 21 Jan 2021 11:25 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil

Uskup Agung Athena dan seluruh Yunani Ieronymos II.

Uskup Agung Athena dan seluruh Yunani Ieronymos II.

Foto: REUTERS/Costas Baltas
Pernyataan uskup agung Yunani dikecam Al Azhar.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Al-Azhar mengecam komentar negatif Uskup Agung Yunani, Ieronymos II, tentang Islam. Al Azhar menilai, pernyataan Uskup Agung Yunani tidak bertanggung jawab. Dalam pernyataan Facebook Al Azhar, pengamat Al Azhar menanggapi pernyataan uskup agung Yunani yang sebelumnya mengatakan bahwa Islam bukan agama melainkan partai politik dan pengikutnya adalah orang-orang yang berperang, berkembang, dan memengaruhi.

Pengamat Al Azhar mengkritik pernyataan Ieronymos II dan mengatakan pernyataan Ieronymos II tidak bertanggung jawab. Ia menambahkan bahwa pernyataan Ieronymos II tidak ada artinya dan tidak layak untuk didiskusikan. Ini menyatakan penyesalan karena Uskup Agung Yunani melakukan tindakan permusuhan terhadap Islam dan sejarah Muslim. Pengamat Al Azhar juga menyerukan dialog dan hidup berdampingan dibanding memicu kebencian terhadap satu sama lain.

Pengamat Al-Azhar juga menekankan bahwa Islam adalah pesan abadi dari Tuhan yang dikirim kepada Nabi Muhammad untuk membawa umat manusia keluar dari kegelapan. Ia menambahkan, klaim bahwa Islam adalah partai politik merupakan omong kosong karena Islam mendahului dari pembentukan partai politik dan gagasan politik modern.

"Islam mengandung cara hidup yang membuatnya berlaku untuk setiap waktu dan tempat dan bahwa hukum syariah dari agama terakhir ini telah meletakkan dasar utama yang terkait dengan politik, seperti konsultasi, keadilan, kesetaraan, dan kebebasan," bunyi pernyataan Al Azhar dalam akun sosialnya, seperti dilansir Egypt Independent pada Kamis (21/1).

Berkaitan dengan tuduhan Ieronymos II yang menyebut Muslim sebagai orang yang berperang dan ekspansi, Al azhar mengatakan, itu merupakan kebohongan yang mengabaikan bahwa sejarah Muslim penuh dengan pengampunan. Al Azhar menjelaskan bahwa semua invasi yang dilakukan oleh Rasulullah semata-mata untuk membela diri atau untuk menghukum orang-orang yang mengkhianati perjanjian dan piagam kesepakatan yang telah dibuat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA