Friday, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021

Friday, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021

Yordania Negara Pertama yang Berikan Vaksin ke Pengungsi

Rabu 20 Jan 2021 17:42 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Esthi Maharani

Pengungsi Suriah di Yordania. Negara tetangga Suriah itu kini menjadi penampung lebih dari 14 ribu pengungsi.

Pengungsi Suriah di Yordania. Negara tetangga Suriah itu kini menjadi penampung lebih dari 14 ribu pengungsi.

Foto: AFP
Yordania menjadi negara pertama di dunia yang memberikan vaksin Covid-19 ke pengungsi

REPUBLIKA.CO.ID, AMMAN -- Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut Yordania menjadi negara pertama di dunia yang memberikan vaksin virus corona kepada para pengungsi. Lembaga PBB untuk pengungsi, UNHCR, menjelaskan pengungsi dari beberapa negara konflik seperti Irak termasuk di antara orang pertama yang menerima vaksin pekan lalu.

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Filippo Grandi memuji otoritas Yordania karena memasukkan pengungsi ke dalam rencana tanggap nasionalnya untuk Covid-19. Ia juga mendesak negara lain untuk melakukan hal yang sama.

"Sekali lagi Yordania telah menunjukkan kepemimpinan dan solidaritas yang patut dicontoh dalam menampung pengungsi.

Negara ini telah memasukkan pengungsi dalam setiap aspek respon kesehatan masyarakat terhadap pandemi, termasuk kampanye vaksinasi nasional, membuktikan bagaimana hal itu harus dilakukan jika kita ingin menjaga semua orang aman," kata Grandi dilansir dari Middle East Eye, Senin (18/1).

Yordania berencana untuk memberikan vaksin kepada sekitar 20 hingga 25 persen populasinya dengan vaksin virus corona. Termasuk pengungsi dan pencari suaka, yang berhak menerima suntikan secara gratis.

Negara ini menampung 744.795 pengungsi, dengan lebih dari 650.000 dari Suriah.  Sejak kasus Covid-19 pertama terdeteksi di Yordania, setidaknya 1.928 pengungsi yang tinggal di kamp-kamp telah dinyatakan positif terkena virus.

Hingga kini, 100 pengungsi telah divaksinasi sejak program dimulai pada Rabu. Proporsi pengungsi dengan Covid-19 juga tetap rendah di 1,6 persen, dibandingkan dengan tiga persen di antara populasi umum Yordania. Warga berusia di atas 60 tahun akan diberi prioritas pada fase pertama program.

Tingkat infeksi Covid-19 di Yordania telah turun tajam sejak puncaknya pada November ketika pihak berwenang memberlakukan kembali pembatasan pergerakan yang telah dikurangi selama musim panas.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA