Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sebagian Warga Mamuju Sudah Kembali ke Rumahnya

Rabu 20 Jan 2021 13:32 WIB

Red: Indira Rezkisari

Pengungsi korban gempa, Kartini (26) menggendong anaknya yang baru saja ia lahirkan di kawasan Stadion Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (19/1/2021). Danrem 142 Taro Ada Taro Gau Brigjen TNI Firman menyatakan hingga data per Selasa 19 Januari 2021 pukul 16.00 WITA jumlah pengungsi di Mamuju turun dari 15 ribu menjadi 7.255 orang, dan di Majene turun dari 5 ribu menjadi 2.650 orang.

Pengungsi korban gempa, Kartini (26) menggendong anaknya yang baru saja ia lahirkan di kawasan Stadion Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (19/1/2021). Danrem 142 Taro Ada Taro Gau Brigjen TNI Firman menyatakan hingga data per Selasa 19 Januari 2021 pukul 16.00 WITA jumlah pengungsi di Mamuju turun dari 15 ribu menjadi 7.255 orang, dan di Majene turun dari 5 ribu menjadi 2.650 orang.

Foto: SIGID KURNIAWAN/ANTARA
Tampak warga Mamuju membangun tenda di halaman rumahnya.

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Sebagian kecil pengungsi di Kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat mulai kembali dari pengungsian. Tak semuanya masuk ke dalam, sebagian hanya berada di halaman rumahnya.

Sebagian kecil pengungsi yang rumahnya terletak di lingkungan Puncak Jalan Sultan Hasanuddin, Kota Mamuju, Rabu (20/1), telah memilih kembali ke rumahnya dari pengungsian. Para pengungsi tersebut tampak mulai membersihkan rumahnya dari reruntuhan dan berada di halaman rumah dengan membangun tenda.

Baca Juga

Sejumlah pengungsi yang sebelumnya membawa alat kebutuhan di pengungsian, tampak sudah membawa kembali alat kebutuhannya masing-masing ke rumahnya

Begitu juga dengan warga pengungsi yang ada BTN AMPI Mamuju. Sekitar tiga KK telah kembali ke rumahnya dari pengungsian

"Tiga KK warga di BTN AMPI telah kembali namun hanya berada di halaman rumah karena masih khawatir dengan gempa susulan," kata Irfan salah seorang warga.

Sementara itu, ribuan pengungsi masih juga bertahan di sejumlah titik pengungsian di kota Mamuju dengan menggunakan tenda darurat. "Kami masih belum berani pulang karena khawatir gempa susulan apalagi pemukiman kami sudah roboh dan tidak layak lagi dihuni," ujar Basri warga lainnya.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA