Monday, 24 Rabiul Akhir 1443 / 29 November 2021

Monday, 24 Rabiul Akhir 1443 / 29 November 2021

Kunci Kemenangan Muhammad Al Fatih Taklukkan Konstantinopel

Selasa 19 Jan 2021 07:48 WIB

Red: Elba Damhuri

Sultan Muhammad Al Fatih kala memimpin pasukannya membebaskan Konstantinopel (Istanbul).

Sultan Muhammad Al Fatih kala memimpin pasukannya membebaskan Konstantinopel (Istanbul).

Foto: google.com
Rasulullah SAW mengabarkan bahwa Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam.

Oleh : Jamil Azzaini, Motivator dan Kolomnis

RETIZEN, ISTANBUL -- Tanggal 17 Januari 2021, saya menginjakkan kaki di Turki, dari bandara kami langsung menuju kawasan Topkapi Palace yang bersebelahan dengan Masjid Hagia Sophia.

Sesampai di tempat itu, pikiran saya menerawang ke tahun 1453 saat Muhammad Al Fatih yang baru berusia 21 tahun mampu menaklukkan Konstantinopel. Tempat yang pernah disebutkan Rasulullah 825 tahun sebelumnya.

Baca Juga

Rasulullah mengabarkan bahwa Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (HR Ahmad)

Kunci kemenangan Al Fatih adalah melakukan hal berbeda dan tampak mustahil bagi kebanyakan orang. Apa itu? Saat itu, Al Fatih beserta ribuan tentaranya menarik kapal-kapal mereka melalui perbukitan Galata (tidak lewat laut) agar bisa masuk ke Selat Golden Horn.

Tujuh puluh kapal diseberangkan melalui bukit hanya dalam satu malam. Kejadian ini diabadikan Sastrawan Yoilmaz Oztuna: “Tidaklah kami pernah melihat atau mendengar hal ajaib seperti ini, Al Fatih telah menukar darat menjadi lautan dan melayarkan kapalnya di puncak gunung. Bahkan usahanya ini mengungguli apa yang pernah diilakukan oleh Alexander The Great.”

Selain berani melakukan hal yang berbeda. Al Fatih juga menyuntikkan semangat keimanan dan value yang mendasar bagi pasukannya (timnya). 

Sehari sebelumnya  ia memerintahkan semua tentaranya untuk berpuasa pada siang hari dan shalat tahajud pada malam harinya untuk meminta kemenangan kepada Allah. Tiada kemenangan tanpa izin-Nya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA