Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

PHRI Harapkan PSBB tak Diperpanjang

Senin 18 Jan 2021 18:23 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Friska Yolandha

Pengunjung menikmati makanan di Angkringan Ndlogok, Sleman, Yogyakarta, Ahad (10/1). Aktivitas restoran dan tempat usaha akan dibatasi serta diatur mulai Senin (11/1). Hal ini mengikuti pemberlakuan pengetatan terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) oleh Pemprov DIY mulai 11 hingga 25 Januari 2021 mendatang. Ini dilakukan untuk menekan dan mengontrol lonjakan kasus Covid-19.

Pengunjung menikmati makanan di Angkringan Ndlogok, Sleman, Yogyakarta, Ahad (10/1). Aktivitas restoran dan tempat usaha akan dibatasi serta diatur mulai Senin (11/1). Hal ini mengikuti pemberlakuan pengetatan terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) oleh Pemprov DIY mulai 11 hingga 25 Januari 2021 mendatang. Ini dilakukan untuk menekan dan mengontrol lonjakan kasus Covid-19.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Pembatasan operasional memukul usaha restoran, terutama yang ada di dalam mal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) berharap, pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pengetatan Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) yang berlangsung dari 11 Januari sampai 25 Januari tidak diperpanjang. Sebab pembatasan tersebut sangat berdampak terhadap sektor usaha restoran. 

"Saat ini kondisi restoran sangat-sangat parah. Dengan kebijakan kapasitas 50 persen dari total pengunjung saja, kita masih merugi, apalagi kalau kapasitas diturunkan ke 25 persen, dan jam buka restoran diperketat dari pukul 21.00 menjadi 19.00," ujar Wakil Ketua Umum PHRI Bidang Restoran Emil Arifin dalam konferensi pers virtual, Senin (18/1).

Ia menjelaskan, pembatasan tersebut memukul pengusaha restoran, terutama bagi restoran yang berada di dalam mal atau pusat perbelanjaan. Emil menegaskan, berbagai restoran khususnya yang berada di dalam mal, telah menerapkan protokol kesehatan. 

Baca Juga

"Para pengusaha juga menjaga karyawannya tidak tertular, kita persiapkan diri sehingga kita dangat menjaga dan mengeluarkan investasi tambahan untuk disinfektan dan perbaikan tempat partisi baru, dan segala macam perlengkapan," tuturnya. 

Maka ia berharap, pemerintah memberikan pelonggaran kebijakan bagi mal dan restoran yang telah menerapkan protokol kesehatan. "Karena dampaknya kalau begini, kita lay off karyawan lagi," kata Emil. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA