Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Wali Kota Bogor Diperiksa Bareskrim Terkait Kasus RS Ummi

Senin 18 Jan 2021 15:25 WIB

Rep: Ali Mansur / Red: Agus Yulianto

Wali Kota Bogor, Bima Arya menghadiri undangan pemeriksaan sebagai saksi kasus rumah sakit (RS) Ummi yang  melibatkan Habib Rizieq Shihab (HRS), Bima Arya datang ke Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (18/1) Pukul 13.40 WIB.

Wali Kota Bogor, Bima Arya menghadiri undangan pemeriksaan sebagai saksi kasus rumah sakit (RS) Ummi yang melibatkan Habib Rizieq Shihab (HRS), Bima Arya datang ke Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (18/1) Pukul 13.40 WIB.

Foto: Republika/Ali Mansur
Penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus RS Ummi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wali Kota Bogor, Bima Arya memenuhi panggilan Bareskrim Polri untuk dilakukan pemeriksaan terkait kasus Rumah Sakit (RS) Ummi yang melibatkan Habib Rizieq Shihab (HRS). Sebelumnya Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 melaporkan RS Ummi Bogor diduga menghalang-halangi tugasnya terkait pemeriksaan tes Covid-19 HRS beberapa waktu lalu.

"Saya menerima undangan untuk pmeriksaan lanjutan kasus HRS di rumah sakit Ummi, kalau dua kali kemarin di Bogor, hari ini saya memenuhi panggilan di Bareskrim," ungkap," ujar Bima saat ditemui di lobby gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (18/1).

Dalam kesempatan itu, Bima mengaku, tidak memiliki persiapan secara khusus. Kemungkinan, kata Bima, dirinya diminta untuk menjelaskan atau penguatan penguatan kronologis langkah-langkah dari Satgas Covid-19 sampai melaporkan kasus RS Ummi ke pihak Kepolisian.

Kendati demikian, Bima mengatakan, dirinya menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan, termasuk landasan aturannya. Menurutnya, setiap langkah Satgas memiliki landasan aturannya agar tidak keluar dari koridor itu. 

Dia juga menegaskan, laporannya terhadap kasus ini murni tugas kepala Satgas bukan karena kepentingan politik. "Kita ingin tuntas juga sekaligus ingin menuntaskan kepada publik, biar publik itu clear ini tidak ada urusan politik tidak ada urusan apa-apa, ini murni untuk melaksanakan tugas sebagai kepala Satgas," ungkap Bima.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA