Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Dinsos Sulsel Siapakan Pengungsian Korban Gempa Sulbar

Ahad 17 Jan 2021 03:12 WIB

Red: Agus Yulianto

Sejumlah warga mengungsi di dataran tinggi di Mamuju Sulawesi Barat. Untuk menghindari terjadinya gempa bumi susulan sebagian warga mencari tempat pengungsian tinggi dan aman.

Sejumlah warga mengungsi di dataran tinggi di Mamuju Sulawesi Barat. Untuk menghindari terjadinya gempa bumi susulan sebagian warga mencari tempat pengungsian tinggi dan aman.

Foto: Antara/Akbar Tado
Kapasitas tampung untuk pengungsi di kantor Dinsos bisa mencapai 800 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Dinas Sosial Sulawesi Selatan menyiapkan tempat pengungsian bagi para korban gempa Kabupaten Majene, Sulawesi Barat yang telah dievakuasi menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara ke Makassar, Sulsel. Hanya saja, para korban yang telah dievakuasi ke Makassar lebih memilih pulang ke rumah keluarganya di daerah setempat.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Sulsel Gemala Faoza menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan segala kebutuhan para pengungsi korban gempa Sulbar. "Semuanya berkeras untuk pulang ke rumah keluarganya padahal kita sudah sediakan tempat. Setelah tiba di bandara lanud, gelombang pertama ini semuanya sudah dijemput sama keluarganya," kata dia.

Oleh karena itu, sejak datangnya pengungsi, tempat pengungsian yang disediakan di Kantor Dinas Sosial Sulsel di Jalan A.P. Pettarani Makassar masih dalam keadaan kosong. Dia menyebut, kapasitas tampung untuk pengungsi di kantornya bisa mencapai 800 orang.

"Insya Allah kami sudah siap, bahkan pernah 800 orang bisa kami tampung. Pokoknya kami mengoptimalkan semua sarana yang ada," ujarnya.

Dinsos Sulsel juga telah menyiapkan tim penanggulangan bencana untuk pemeriksaan kesehatan para korban yang berhasil dievakuasi dari Sulbar ke Lanud Hasanuddin.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA