Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Cegah Covid, BNPB Pilah Warga Terdampak di Pengungsian

Ahad 17 Jan 2021 02:50 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Agus Yulianto

Sejumlah warga berada di musala yang dijadikan tempat pengungsian saat banjir di Desa Antasan Senor, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat (15/1/2021). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan dari tanggal 1 hingga 14 Januari, sebanyak 67.842 jiwa terdampak banjir di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.

Sejumlah warga berada di musala yang dijadikan tempat pengungsian saat banjir di Desa Antasan Senor, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat (15/1/2021). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan dari tanggal 1 hingga 14 Januari, sebanyak 67.842 jiwa terdampak banjir di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.

Foto: Antara/Bayu Pratama S
Penanganan pengungsian dilakukan dengan memilah warga kelompok rentan dan lansia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan, gempa bumi di Sulawesi Barat, maupun bencana lain di sejumlah daerah, perlu ditangani dengan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, penanganan pengungsian dilakukan dengan memilah warga seperti kelompok rentan dan lanjut usia (lansia).

"Yang memang terkena Covid-19 memang harus terpilah juga," ujar Kepala Pusat Data dan Komunikasi BNPB Raditya Jati dalam konferensi pers daring, Sabtu (16/1).

Menurut dia, pemisahan rumah sakit yang dioperasikan untuk tanggap darurat bencana dan rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 sudah dilakukan. Selain itu, beberapa antisipasi lain juga sudah dilaksanakan, seperti penyediaan masker dan tenaga kesehatan.

"Dari kementerian kesehatan dan juga dinas kesehatan tetap bersama kita semua bersama-sama untuk mencegah upaya penularan Covid ini," kata Raditya.

Kemudian, kata dia, dalam waktu dekat juga akan diadakan rapid test antigen untuk tempat-tempat pengungsian. Penerapan protokol kesehatan ini sebelumnya telah dilaksanakan saat terjadi letusan Gunung Merapi.

"Pengalaman kami waktu dengan penyintas di lingkar Gunung Merapi itu telah dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan, tetap dipilah antara lansia kemudian juga kelompok rentan yang lain, juga selalu dicek suhu, tetap ada fasilitas mencuci tangan, dan masker selalu menjadi kewajiban untuk dipakai," tutur dia.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA