Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

KNKT Berhasil Unduh Data FDR Sriwijaya Air

Sabtu 16 Jan 2021 06:02 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha

Kotak hitam (black box) pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 Jakarta - Pontianak diperlihatkan di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). Kotak hitam tersebut selanjutnya akan dibawa ke laboratorium KNKT untuk dilakukan investisigasi lebih lanjut.

Kotak hitam (black box) pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 Jakarta - Pontianak diperlihatkan di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). Kotak hitam tersebut selanjutnya akan dibawa ke laboratorium KNKT untuk dilakukan investisigasi lebih lanjut.

Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Proses pemunculan data penerbangan dari FDR tersebut juga sudah berhasil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) saat ini sudah berhasil mengunduh data yang ada dalam flight data recorder (FDR) pesawat Sriwijaya Air nomor registrasi PK-CLC. FDR pesawat yang jatuh saat penerbangan Jakarta-Pontianak pada 9 Januari 2021 itu, ditemukan pada Selasa (12/1). 

"KNKT telah mengunduh data memory FDR pesawat SJ-182 secara berhati-hati," kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahyono, Jumat (15/1). 

Soerjanto menjelaskan, setelah pengunduhan data selesai, KNKT langsung memprosesnya menggunakan software. Dia menuturkan, proses pemunculan data penerbangan dari FDR tersebut juga sudah berhasil. 

Baca Juga

"Kami berhasil mengunduh secara utuh dan tak ada kerusakan dari kotak hitamnya," ujar Soerjanto. 

Sebelumnya, Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan sudah menerima crash survivable memory unit (CSMU). Nurcahyo mengatakan, CSMU merupakan bagian dari kotak hitam yang paling tahan benturan dan panas hingga suhu seribu derajat celcius selama satu jam.

Nurcahyo mengatakan, sebelum pengunduhan data dilakukan, KNKT melakukan proses khusus terhadap CSMU tersebut. "Kami membersihkan unit memori dari kotoran sisa garam yang menempel karena terendam di laut," jelas Nurcahyo.

KNKT juga telah mengumpulkan data radar (ADS-B) dari Airnav Indonesia. Dari terekamnya data hingga pesawat berada di ketinggian 250 kaki, mengindikasikan sistem pesawat masih berfungsi dan mampu mengirim data.

Dari data tersebut, KNKT menduga mesin masih dalam kondisi hidup sebelum pesawat membentur air. Dari data Airnav Indonesia, tercatat pesawat mengudara pada pukul 14.36 WIB. Selanjutnya pesawat terbang menuju arah barat laut pada pukul 14.40 WIB hingga mencapai ketinggian 10.900 kaki. Tercatat pesawat mulai turun dan data terakhir pada ketinggian 250 kaki.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA