Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Muhammadiyah: Kita Kehilangan Syekh Ali Jaber yang Moderat

Jumat 15 Jan 2021 05:55 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah

Muhammadiyah: Kita Kehilangan Syekh Ali Jaber yang Moderat. Warga menyaksikan iring-iringan mobil jenazah yang membawa almarhum Syekh Ali Jaber melintasi Jalan Cempaka Putih, Jakarta, Kamis (14/1), untuk menuju Pondok Pesantren Daarul Quran. Syekh Ali Jaber wafat di usia 44 tahun karena sakit. Almarhum dimakamkan di pemakaman Pondok Pesantren Daarul Quran, Tangerang, Banten. Foto : Edwin Putranto/Republika

Muhammadiyah: Kita Kehilangan Syekh Ali Jaber yang Moderat. Warga menyaksikan iring-iringan mobil jenazah yang membawa almarhum Syekh Ali Jaber melintasi Jalan Cempaka Putih, Jakarta, Kamis (14/1), untuk menuju Pondok Pesantren Daarul Quran. Syekh Ali Jaber wafat di usia 44 tahun karena sakit. Almarhum dimakamkan di pemakaman Pondok Pesantren Daarul Quran, Tangerang, Banten. Foto : Edwin Putranto/Republika

Foto: Edwin Dwi Putranto/Republika
Syekh Ali Jaber tidak pernah mengeluarkan ungkapan kontroversial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah turut serta berbela sungkawa atas berpulangnya Syekh Ali Jaber, Kamis (14/1). Wafatnya ulama pencinta Alquran itu dinilai menjadi rasa kehilangan umat terhadap ulama yang moderat.

“Innalillahi wa innailaihi raji'un. Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Syekh Ali Jaber. Kita kehilangan ulama yang moderat,” kata Mukti dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (14/1).

Segenap keluarga besar PP Muhammadiyah mendoakan agar almarhum khusnul khatimah, diterima amal ibadahnya, diampuni kesalahannya, dan diterima di sisi Allah SWT. Tak lupa ia juga mengucapkan semoga keluarga yang ditinggal diberi kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan.

Baca Juga

Dia menilai, saat ini Indonesia kehilangan ulama yang moderat dan terbuka dengan semua kelompok. Ulama yang santun, toleran, dan menebar kesejukan nilai Islami. Pesan-pesan dakwahnya, kata dia, tidak keras dan tidak meresahkan, itulah pesan dakwah bilhikmah.

Mukti mengenang sosok Syekh Ali Jaber. Baginya, almarhum semasa hayatnya benar-benar tampil sebagai sosok ulama.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA