Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

MUI: Vaksinasi Covid-19 Jadi Ikhtiar Putus Penularan Virus

Kamis 14 Jan 2021 23:45 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Muhammad Hafil

Ilustrasi vaksin. Hasil survei penerimaan vaksin Covid-19 yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) yang didukung UNICEF dan WHO menunjukan bahwa mayoritas masyarakat siap divaksin Covid-19.

Ilustrasi vaksin. Hasil survei penerimaan vaksin Covid-19 yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) yang didukung UNICEF dan WHO menunjukan bahwa mayoritas masyarakat siap divaksin Covid-19.

Foto: istimewa
MUI: Vaksinasi Jadi Ikhtiar Putus Penularan Virus Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan menjadi salah satu tokoh agama yang mendapatkan vaksinasi perdana Covid-19 di Istana Negara, Rabu (13/1) kemarin. Vaksinasi ini dinilai menjadi ikhtiar nyata untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Amirsyah mengapresiasi pemerintah yang telah mengadakan vaksinasi perdana di istana kemarin.  

Baca Juga

"Apa yang kita lakukan merupakan ikhtiar nyata untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yaitu vaksinasi," katanya saat mengisi konferensi virtual BNPB bertema 'Pernyataan Tokoh Agama tentang Keamanan Vaksin', Kamis (14/1).

Ia menambahkan, vaksinasi ini menjadi upaya untuk menyehatkan umat dan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, dia melanjutkan, MUI melalui fatwa nomor 2 tahun 2021 telah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 halal dan aman untuk dipergunakan bagi masyarakat Indonesia secara umum dan khususnya bagi umat Islam. Kemudian, dia melanjutkan, setelah mendapatkan vaksinasi masyarakat tetap wajib melakukan tiga hal. Pertama yaitu wajib untuk terus menerus memperkuat iman, kedua adalah wajib untuk tetap merasa aman, dan ketiga adalah wajib untuk meningkatkan imun. Menurutnya, kewajiban-kewajiban semacam ini harusnya terus dilakukan dalam rangka prises vaksinasi yang nantinya berjalan hingga beberapa bulan kemudian. 

"Sehingga, dalam proses vaksinasi ini kita bisa mencapai lebih dari 70 persen dalam rangka menciptakan herd immunity atau kekebalan bagi semua masyarakat Indonesia," ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat tetap wajib untuk menegakkan protokol kesehatan yaitu lima sehat enam sempurna. Ia menyebutkan lima sehat yaitu pertama memakai masker, kedua sering mencuci tangan, ketiga adalah menjaga jarak secara aman, keempat adalah berolahraga, kelima konsumsi makanan halal thoyyib atau bergizi, dan keenam tetap doa dan tawakkal kepada Tuhan YME. 

"Semoga Allah memberikan kesehatan lahir batin, fisik dan mental bagi kita semua sebagai ikhtiar kita untuk menyehatkan umat dan bangsa sehingga kita terbebas dari Covid-19," ujarnya. 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA