Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Indonesia Kehilangan Ulama Penyejuk Sekaligus Pemersatu Umat

Kamis 14 Jan 2021 19:26 WIB

Red: Andri Saubani

Syekh Ali Jaber

Syekh Ali Jaber

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Syekh Ali Jaber mampu menjadi penyambung aspirasi antara umat dan pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Alkhaledi Kurnialam, Ronggo Astungkoro, Dea Alvi Soraya, Fuji E Permana, Muhyiddin, Zainur Mashir Ramadhan, Umar Mukhtar, Rizky Suryarandika

Pendakwah Syekh Ali Jaber meninggal dunia sebagaimana diinformasikan Yayasan Syekh Ali Jaber dalam akun Instagramnya, @yayasan.syekhalijaber pada Kamis (14/1) pagi. Adik kandung Syekh Ali Jaber, Muhammad Jabeer mengatakan, kakaknya akan dimakamkan di tempat awal dai ternama ini berdakwah di Indonesia, yakni Pesantren Darul Quran, Banten.

Sebelumnya, Syekh Ali Jaber dinyatakan positif Covid-19 pada Selasa (29/12). Ia sempat masuk ruang ICU RS Yarsi pada Rabu (30/12).

"Telah wafat guru kita, Syekh Ali Jaber (Ali Saleh Mohammed Ali Jaber) di RS Yarsi Hari ini, 14 Januari 2021/1 Jumadil Akhir 1442 H Jam 08.30 WIB dalam keadaan negatif Covid-19,".

Ucapan belasungkawa datang dari beragam kalangan, salah satunya dari Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku merasa kehilangan atas meninggalnya Syekh Ali Jaber pada Kamis pagi. Mahfud menilai, Syekh Ali Jaber adalah ulama pemersatu umat yang bisa menjembatani aspirasi antara masyarakat dan pemerintah.

"Innalilahi wa inna ilaihi raji'un. Kita kehilangan tokoh penyejuk dan pemersatu umat. Ulama besar Syekh Ali Jaber wafat hari ini," kata Mahfud dalam akun Twitternya yang terpantau di Jakarta, Kamis.

Baca Juga



Menurut Mahfud, Syekh Ali Jaber menjadi penyambung aspirasi antara umat dan pemerintah.

"Beliau adalah sahabat baik saya. Karena rendah hati, beliau memanggil saya 'Guru' atau 'Ayah'," tulis Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini mengaku beberapa hari sebelum diberitakan terinfeksi Covid-19, Syekh Ali Jaber menyambangi ke rumahnya.

"Beliau menghadiahi tasbih, kurma pilihan, buku doa, parfum khas aroma Ka'bah," kata Mahfud.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang sedang melakukan kunjungan kerja di Lampung juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya mubaligh kelahiran Madinah 44 tahun silam itu.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kita sangat berduka atas wafatnya Syekh Ali Jaber. Jasa almarhum sangat besar dalam dakwah di Indonesia. Semoga almarhum senantiasa mendapat rahmat dan tempat terbaik di sisi Allah," tutur Menag yang dikutip di Kemenag.go, Kamis (14/1).

"Wafatnya ulama menjadi kehilangan besar buat Indonesia. Mereka adalah panutan umat, tempat masyarakat belajar agama. Selama ini, almarhum juga terus mengedukasi umat tentang pencegahan Covid-19," ujarnya menambahkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA