Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Olahraga tidak Dilarang, Kumpul-kumpulnya yang tak Boleh

Senin 11 Jan 2021 14:20 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Yudha Manggala P Putra

Warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan Layang Non Tol Antarasari, Jakarta, Ahad (28/6/2020). Pemerintah menegaskan tidak melarang olahraga, namun kerumunan sebelum hingga setelahnya.

Warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan Layang Non Tol Antarasari, Jakarta, Ahad (28/6/2020). Pemerintah menegaskan tidak melarang olahraga, namun kerumunan sebelum hingga setelahnya.

Foto: Antara/Galih Pradipta
Pemerintah menegaskan tidak melarang olahraga, namun jangan berkerumun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kembali mengingatkan masyarakat untuk membatasi aktivitas dalam dua pekan ke depan. Terlebih, sebanyak 73 kabupaten/kota di tujuh provinsi Jawa-Bali menjalankan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 25 Januari 2021 mendatang.

Airlangga juga menyampaikan pesan disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas pagi ini terkait pelaksanaan protokol kesehatan. Presiden, ujar Airlangga, meminta masyarakat lebih disiplin dan mematuhinya.

Salah satu poin jadi sorotan presiden adalah aktivitas olahraga di luar ruang. Airlangga menekankan pemerintah tidak melarang kegiatan olahraga masyarakat. Hanya saja, ujarnya, jangan sampai ada kerumunan alias nongkrong-nongkrong sebelum atau setelah berolahraga.

"Salah satu yang presiden ingatkan, kedisplinan itu juga dalam beraktivitas. Olahraga tidak dilarang, tapi selesai bersepeda, kerumunannya yang dilarang. Demikian kegiatan olahraga. Saat olahraga, yang harus diwaspadai adalah kumpulnya. Kumpul setelah atau sebelum olahraga," kata Airlangga.

Airlangga juga mewanti-wanti puncak lonjakan kasus Covid-19 sebagai imbas dari libur akhir tahun akan terjadi dalam pekan ini atau pekan depan. Lonjakan ini, ujarnya, hanya bisa ditekan kembali apabila masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan dan membantu pemerintah menyukseskan PPKM.

"Presiden berharap bahwa kegiatan ini (PPKM) diharapkan dalam dua pekan bisa menekan kurva kematian dan penularan. Karena puncaknya masih dalam minggu-minggu ini. Karena ini dua minggu dari liburan panjang," ujar Airlangga.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA