Friday, 18 Jumadil Akhir 1443 / 21 January 2022

ICESCO Bantu Daftarkan 140 Situs Bersejarah Islam

Senin 11 Jan 2021 19:30 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Muhammad Hafil

ICESCO Bantu Daftarkan 140 Situs Bersejarah Islam. Foto: Situs Islam di Cordoba.

ICESCO Bantu Daftarkan 140 Situs Bersejarah Islam. Foto: Situs Islam di Cordoba.

Foto: republika
140 situs bersejarah Islam dibantu ICESCO untuk didaftarkan.

REPUBLIKA.CO.ID, RABAT -- Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Dunia Islam (ICESCO) telah melaporkan pencapaiannya dari Mei 2019 hingga September 2020.

Salah satu pencapaiannya adalah selama periode 17 bulan, ICESCO telah mendaftarkan 140 situs bersejarah dalam Daftar Warisan Dunia Islam (ISWHL). Berdasarkan persetujuan Warisan Dunia Islam, file-file yang diserahkan oleh negara-negara setelah memeriksa pengajuan oleh negara-negara anggota, dan mendaftarkan tujuh ibu kota budaya di dunia Islam.

Baca Juga

ICESCO merupakan organisasi nirlaba internasional bagian dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan berspesialisasi dalam bidang pendidikan, sains dan budaya.

Dirjen ICESCO Salim bin Mohammed Al Malik mengatakan laporan tersebut merupakan bagian dari komitmennya untuk mengembangkan mekanisme dalam mengevaluasi pekerjaan dan menilai dampaknya.

"Laporan lengkap tersebut juga dikeluarkan sebagai tanggapan atas aspirasi negara-negara dunia Islam di bidang pendidikan, sains dan budaya,"ujar dia.

Terdapat 253 berbagai pencapaian, mulai dari lokakarya, program, proyek, bantuan kemanusiaan, penyelenggaraan konferensi tingkat menteri dan pertemuan tingkat tinggi regional dan internasional selama 17 bulan yang tercakup dalam penilaian.

Menurut laporan tersebut, 103.339 orang telah memperoleh manfaat dari lokakarya, program, proyek, dan bantuan. Mereka mencakup 2.104 individu dari sektor pendidikan, 5.546 siswa dan 934 wanita, serta pakar dan akademisi.

Tak hanya itu, selama terjadinya pandemi Covid-19 ICESCO juga mendukung upaya menghadapi dampak negatif pandemi dan untuk meningkatkan kemampuan negara-negara anggota yang paling membutuhkan konfrontasi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA