Senin 11 Jan 2021 06:28 WIB

Listrik Pakistan Sempat Padam Total, Kini Berangsur Pulih

Pakistan tengah berupaya keras memulihkan listrik yang sempat padam total

Rep: Mabruroh/ Red: Nashih Nashrullah
Pakistan tengah berupaya keras memulihkan listrik yang sempat padam total. Bendera Pakistan
Foto: www.tiptoptens.com
Pakistan tengah berupaya keras memulihkan listrik yang sempat padam total. Bendera Pakistan

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD – Terjadi pemadaman listrik nasional di Pakistan pada Sabtu (9/1). Namun menurut Menteri Energi Pakistan, Omar Ayub Khan, listrik di sebagian wilayah di Pakistan telah dipulihkan. 

"Sistemnya stabil sekarang dan pasokan listrik telah dipulihkan di kota-kota besar negara itu," kata Menteri Energi Pakistan Omar Ayub dalam konferensi pers pada Ahad dilansir dari Indian Express, Senin (11/1).  

Baca Juga

Menurut Omar Ayub, perbaikan aliran listrik tersebut bisa memakan waktu berjam-jam untuk kembali tersalurkan ke seluruh wilayah di Pakistan.   

Pemadaman listrik baru-baru ini disebut sebagai salah satu yang terburuk yang pernah dialami Pakista. Karena selama ini, pemadaman juga sering terjadi hanya saja masih dalam skala kecil. 

Pemadaman ini terjadi karena sistem distribusi listrik Pakistan yang telah rapuh dan masalah ini telah sering memicu protes jalanan yang meluas.  

Pada Ahad (10/1), juru bicara Kementerian Energi mengatakan   pembangkit listrik Tarbela dan Warsak di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa Pakistan telah kembali aktif, tetapi memperingatkan bahwa pemulihan listrik di semua wilayah negara akan memakan waktu.  

Menteri Energi Pakistan, Ayub mengatakan,  pasokan listrik terputus pada pukul 23:41 pada Sabtu karena terjadi kesalahan teknis di pembangkit listrik Guddu yang terletak di provinsi Sindh, Pakistan selatan. 

Pemadaman tersebut dipicu penurunan frekuensi sistem transmisi daya secara tiba-tiba dari 50 menjadi 0 dalam waktu kurang dari satu detik. "Itu yang kami sebut 'efek cascading' dan mematikan sistem tenaga, memangkas sekitar 10.320 megawatt listrik," jelasnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement