Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Akhir Indah Laskar Hizbullah yang Dipeluk Mbah Siroj Solo  

Sabtu 09 Jan 2021 09:25 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Meski sudah tua, Mbah Siroj Solo tetap ikut berjuang di Laskar Hizbullah. Ilustrasi Laskar Hizbullah.

Meski sudah tua, Mbah Siroj Solo tetap ikut berjuang di Laskar Hizbullah. Ilustrasi Laskar Hizbullah.

Foto: Foto: 50 tahun Indonesia Merdeka
Meski sudah tua, Mbah Siroj Solo tetap ikut berjuang di Laskar Hizbullah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Kiai Ahmad Siroj adalah salah satu ulama yang memilih berjuang lewat organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Namun, tidak banyak yang dapat diceritakan dari kisah perjuangan Mbah Siroj di NU. 

Ia hanya tercatat pernah mengikuti Muktamar NU pertama yang diadakan pada bulan Rabi’ul Awwal 1345 H/ 21-23 September 1926 di Hotel Muslimin Peneleh, Kota Surabaya.

Baca Juga

Mbah Siroj menghadiri Muktamar tersebut bersama KH Mawardi sebagai utusan golongan ulama muda dari Kota Solo. Berdasarkan catatan sejarah tersebut, bisa dikatakan Mbah Siroj termasuk salah satu tokoh generasi pertama yang ikut mendirikan NU di lingkup daerah Karesidenan Surakarta, khususnya di Kota Solo.

Sementara itu, pada masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari cengkraman penjajah, Mbah Siroj juga ikut berjuang dalam kelompok “Barisan Kiai”. Barisan Kiai ini tidak kalah gigihnya dengan laskar-laskar lainnya pada saat itu.

Namun, keberadaan Barisan Kiai ini sangat dirahasiakan karena anggotanya terdiri dari pada kiai sepuh, yang memang tidak pernah muncul di permukaan. Bahkan, di antaranya sudah tua renta, yang berjalan dan melihatpun sudah tidak mampu. Kendati demikian, mereka adalah tokoh agama yang disegani.

Dalam buku Hizbullah Surakarta disebutkan, Ketua Barisan Kiai Solo saat itu dipimpin KH Abdurrahman yang usianya sangat uzur. Barisan Kiai yang dibentuk pada akhir tahun 1945 ini berisi para kiai sepuh yang diharapkan nasihat-nasihatnya dalam peperangan dan membakar semangat para pejuang.

Kendati demikian, beberapa dari mereka juga ada yang memanggul senjata, ikut berperang di front terdepan. Selain Mbah Siroj, ulama lain yang tergabung dalam Barisan Kiai ini antara lain KH R M Adnan, Kiai Ma’ruf Mangunwiyoto, Kiai Abdul Karim Tasyrif, Kiai Martoikoro, dan Kiai Amir Thohar.   

BACA JUGA: Kontak Terakhir Sriwijaya Air Tujuan Jakarta-Pontianak Pukul 14.40 WIB

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA