Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Wagub DKI: PPKM Jawa-Bali tak Beda dengan PSBB Transisi

Kamis 07 Jan 2021 16:37 WIB

Rep: Flori Sidebang / Red: Bayu Hermawan

Ahmad Riza Patria

Ahmad Riza Patria

Foto: Antara/Galih Pradipta
Wagub DKI sebut kebijakan pemerintah pusat tak banyak beda dengan PSBB transisi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan tidak ada perbedaan yang menonjol dari aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali yang dikeluarkan pemerintah pusat, dengan kebijakan PSBB transisi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta selama ini. Ariza mengatakan hanya ada beberapa poin saja yang memiliki perbedaan.

Ariza mencontohkan, dalam pengetatan kegiatan yang diatur oleh pemerintah pusat kapasitas bekerja di kantor dan makan di restoran (dine in) sebesar 25 persen. Sedangkan kapasitas dalam penerapan PSBB transisi yang saat ini sedang dilakukan Pemprov DKI, yakni sebesar 50 persen. "Itu saja perbedaan, yang lain kan sama," kata Wagub di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (7/1).

Baca Juga

Adapun Pemprov DKI masih menerapkan PSBB transisi hingga tanggal 17 Januari 2021. Sementara itu, kebijakan pengetatan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat akan berlaku mulai tanggal 11-25 Januari 2021.

Menurut Ariza, pihaknya akan melakukan penyesuaian terhadap aturan pengetatan kegiatan masyarakat yang disampaikan oleh pemerintah pusat. "Nah, perbedaan ini nanti kita akan diskusikan. Ini kan masih ada waktu sampai tanggal 11. Prinsipnya, kita akan menyesuaikan kebijakan yang diambil bersama dan arahan dari pemerintah pusat," jelasnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA