Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Wasekjen: Elektabilitas Naik karena PKS Konsisten Oposisi

Kamis 07 Jan 2021 13:41 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Bayu Hermawan

Partai Keadilan Sejahtera/PKS (ilustrasi)

Partai Keadilan Sejahtera/PKS (ilustrasi)

Foto: Antara/Ujang Zaelani
Wasekjen PKS menilai elektabilitas partainya naik karena konsisten sebagai oposisi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merespons adanya survei yang menyebut bahwa elektabilitas PKS alami kenaikan. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS Ahmad Fathul Bari mengatakan salah satu faktornya yaitu upaya PKS untuk terus konsisten menjaga tatanan demokrasi dengan tetap berada di luar Pemerintahan.

"Wujud konsistensi PKS itu mungkin salah satu faktor yang dilihat oleh publik," kata Fathul kepada Republika.co.id, Kamis (7/12).

Baca Juga

Fahtul menjelaskan, sepanjang tahun 2020 ini, konsistensi PKS sebagai oposisi di Parlemen juga bisa dilihat publik. PKS melalui Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di DPR RI secara tegas menolak disahkannya Perppu No.1 Tahun 2020 dan RUU Cipta Kerja untuk disahkan menjadi UU, serta catatan kritis lainnya di berbagai aspek kebijakan lainnya.

Kendati demikian, PKS sebagai oposisi tidak hanya kritis, tetapi juga konstruktif secara obyektif. Artinya PKS akan mendukung kebijakan dan program Pemerintah yang pro rakyat, tetapi juga kritis terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.

Apalagi, ia melanjutkan saat ini Indonesia  berada dalam masa pandemi yang bukan hanya membutuhkan kebijakan dan penanganan yang baik, tetapi juga memerlukan tata kelola pemerintahan yang baik serta harus tetap terus menjaga semangat demokrasi. "Bukan malah membuat situasi semakin bertambah buruk dengan penyelewengan anggaran dan kebijakan serta terkesan membatasi ruang demokrasi bagi masyarakat yang bersuara kritis," ucapnya.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA