Kamis 07 Jan 2021 13:23 WIB

Pemprov Jatim Tunggu Arahan Pusat Soal Jadwal Vaksinasi

Pemprov Jatim juga sudah mengajukan nama-nama tenaga kesehatan yang akan divaksinasi.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Bilal Ramadhan
Personel Brimob berjaga saat proses bongkar muatan truk yang mengangkut vaksin COVID-19 Sinovac di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Senin (4/1/2021). Sebanyak 77.760 dosis vaksin COVID-19 Sinovac tiba di kantor tersebut dan selanjutnya disimpan di ruang pendingin atau cold room.
Foto: Didik Suhartono/ANTARA
Personel Brimob berjaga saat proses bongkar muatan truk yang mengangkut vaksin COVID-19 Sinovac di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Senin (4/1/2021). Sebanyak 77.760 dosis vaksin COVID-19 Sinovac tiba di kantor tersebut dan selanjutnya disimpan di ruang pendingin atau cold room.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Direktur Jenderal Administrasi Wilayah dan Wakil Menteri Kesehatan soal vaksinasi Covid-19. Emil mengatakan, koordinasi yang dibangun tersebut terkait komunikasi publik dan tahapan vaksinasi.

"Yang akan melakukan komunikasi publik soal vaksin ini pertama pemerintah pusat. Pak Presiden. Kemudian menteri dan jajaran inti. melibatkan stakeholder di kesehatan seperti IDI dan tokoh masyarakat," kata Emil, Kamis (7/1).

Emil mengatakan, kepanjangan tangan pemerintah di tingkat provinsi juga diharapkan melakukan hal yang sama. Yakni melakukan komunikasi publik bersama pejabat inti, untuk meyakinkan masyarakat terkait kesiapan vaksinasi.

Terkait jadwal pelaksanaan vaksinasi, Emil kembali menyatakan, Pemprov Jatim masih menunggu instruksi dari pusat. Apalagi saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum tuntas melakukan analisis.

"Kami menunggu dulu kepastian dari BPOM mengenai Emergency Use Authorization (Ijin Penggunaan Darurat). Tapi sejauh ini, 77 ribu vaksin sudah datang di Dinkes Jatim," ujarnya.

Pemprov Jatim, kata Emil, juga sudah mengajukan nama-nama tenaga kesehatan yang nantinya akan dilakukan vaksinasi di tahap pertama. Hal itu sesuai petunjuk teknis Kemenkes, sebagai kelompok prioritas pertama sasaran vaksin.

"Kami sudah mengajukan nama-namanya. Nanti Kemenkes yang menentukan mana yang akan menerima untuk pertama dan selanjutnya. Kemenkes yang menentukan," kata Emil.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement