Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Pemulihan Properti Bergantung Efektivitas Vaksin

Rabu 06 Jan 2021 13:43 WIB

Red: Friska Yolandha

Warga berjalan di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta, Senin (21/9/2020).

Warga berjalan di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta, Senin (21/9/2020).

Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Distribusi vaksin dan efektivitasnya akan menjadi hal penting untuk gerakkan properti

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemulihan kinerja sektor properti secara nasional dinilai tergantung kepada sejumlah hal terutama kepada efektivitas vaksin Covid-19. Sehingga hal ini dapat mengatasi pandemi serta memulihkan kembali kondisi perekonomian di Indonesia.

"Saya tidak mau terlalu super optimistis bahwa semester II 2021 akan ada perbaikan kinerja sektor properti. Idealnya seperti itu, tetapi tergantung antara lain kepada efektivitas vaksin yang terbukti," kata Senior Associate Director Colliers International Ferry Salanto di Jakarta, Rabu (6/1).

Baca Juga

Konsultan properti itu memaparkan sejumlah bidang komersial dalam sektor properti sangat terdampak pandemi seperti sektor ritel yang tidak ada pasokan baru pusat perbelanjaan pada tiga bulan terakhir 2020. Sedangkan untuk harga sewa di sejumlah mal, menurut dia, meski cenderung stabil selama enam bulan terakhir, tetapi tarif sewa ruang di pusat perbelanjaan di Jakarta turun sekitar 7 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Begitu pula halnya dengan perhotelan. Menurut Ferry, kondisi kinerja sektor perhotelan di Jakarta belum sepenuhnya membaik karena sejak awal pandemi. Kinerja hotel turun drastis dan bahkan ada yang sampai menutup operasional mereka.

Namun demikian, kata dia, di Jakarta masih ada pasar staycation (berlibur dengan menginap di hotel) yang dapat digali, terutama setiap ada libur panjang. Hal itu penting karena dukungan dari pasar pemerintahan dan korporasi dinilai surut pada 2020.

Tidak hanya di Jakarta, di sejumlah lokasi destinasi pariwisata seperti Bali juga masih banyak hotel yang berjuang karena terjadinya penurunan drastis jumlah wisatawan. "Saat ini Bali sangat bergantung kepada wisatawan domestik," katanya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA