Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Kang Emil: 44 Ribu Nakes di Jabar akan Divaksin Covid-19

Selasa 05 Jan 2021 19:18 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan sebanyak 44 ribu tenaga kesehatan di Provinsi Jawa Barat akan disuntik vaksin COVID-19 pada pekan ketiga Januari 2021.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan sebanyak 44 ribu tenaga kesehatan di Provinsi Jawa Barat akan disuntik vaksin COVID-19 pada pekan ketiga Januari 2021.

Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Kang Emil menyatakan Jabar mendapat 67 ribu dosis vaksin Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Kang Emil mengatakan sebanyak 44 ribu tenaga kesehatan di Provinsi Jawa Barat akan disuntik vaksin COVID-19 pada pekan ketiga Januari 2021.

"Jawa Barat mendapatkan 97 ribu dosis tahap 1 karena satu orang dua dosis maka kurang lebih 44 ribu tenaga kesehatan yang akan dipilih untuk dua kali penyuntikan di minggu ketiga Bulan Januari ini," kata Kang Emil, di Gedung Sate Bandung, Selasa (5/1).

Kang Emil menuturkan Pemprov Jawa Barat juga menambah jumlah vaksinator atau orang yang akan menyuntikkan vaksin yang tadinya hanya melatih seribu orang sekarang bertambah menjadi 11 ribu orang.

"Jadi alhamdulillah Provinsi Jawa Barat siap 10 kali lipat lebih sehingga kita akan berlimpah tim yang akan menyuntikkan vaksin," kata dia.

Pihaknya juga telah memerintahkan kepada seluruh bupati dan wali kota di Jawa Barat untuk segera menggelar simulasi vaksinasi pada pekan ini.

"Kemudian kami juga telah memerintahkan kepada seluruh bupati dan wali kota, minggu ini untuk digelar simulasi vaksin COVID-19 di wilayah masing-masing. Seperti di Depok sudah oleh saya, Bogor sudah oleh Pak Presiden, Kabupaten Bekasi sudah oleh Pak Wapres, sisanya dilakukan oleh bupati wali kota masing-masing," ujar Kang Emil.

Kang Emil menambahkan terkait waktu dan proses vaksinasi COVID-19, pihaknya mengusulkan ke pemerintah pusat agar penyuntikan vaksin dapat rampung kurang dari 15 bulan.

"Jadi kami berkoordinasi ke pemerintah pusat terkait vaksinasi 15 bulan baru bisa rampung. Dan menurut kami ini kelamaan, bisa tidak kita 12 bulan atau enam bulan," ujar Kang Emil.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA