Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Kematian di Korsel Melebihi Jumlah Kelahiran

Selasa 05 Jan 2021 05:20 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Ani Nursalikah

Kematian di Korsel Melebihi Jumlah Kelahiran. Orang-orang yang memakai masker wajah sebagai tindakan pencegahan terhadap virus corona berjalan di bawah spanduk yang menekankan kampanye jarak sosial yang ditingkatkan di depan Balai Kota Seoul di Seoul, Korea Selatan, Rabu, 25 November 2020.

Kematian di Korsel Melebihi Jumlah Kelahiran. Orang-orang yang memakai masker wajah sebagai tindakan pencegahan terhadap virus corona berjalan di bawah spanduk yang menekankan kampanye jarak sosial yang ditingkatkan di depan Balai Kota Seoul di Seoul, Korea Selatan, Rabu, 25 November 2020.

Foto: AP Photo/Ahn Young-joon
Korsel masih bergulat dengan tingkat kelahiran terendah.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kematian di Korea Selatan (Korsel) melebihi jumlah kelahiran. Sejauh ini, Korsel masih bergulat dengan tingkat kelahiran terendah dan proporsi lansia tertinggi di dunia.

Menurut angka sensus, sekitar 307.764 orang meninggal tahun ini, sementara hanya 275.800 bayi lahir. Dikutip dari The Week, Senin (4/1), total populasi di negara itu juga telah menyusut.

Hingga kini, populasi Korsel adalah 51.829.023 jiwa. Sebanyak 24 persen di antaranya merupakan warga berusia di atas 60 tahun.

Baca Juga

Tren perubahan jumlah penduduk, memberikan tekanan kepada pemerintah untuk membuat kebijakan yang mendorong masyarakat memiliki keluarga yang lebih besar. Pergeseran penduduk juga berdampak pada perekonomian karena berkurangnya jumlah kaum muda di sektor tenaga kerja.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA