Wednesday, 16 Jumadil Akhir 1443 / 19 January 2022

Wednesday, 16 Jumadil Akhir 1443 / 19 January 2022

Ini Harapan Musisi Lokal dengan Hadirnya Vaksin Covid-19

Senin 04 Jan 2021 17:44 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Musisi Bengkulu Appendix’s Band.

Musisi Bengkulu Appendix’s Band.

Foto: Dok pri
Pandemi Covid-19 membuat aktivitas para musisi menurun drastis.

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Datangnya jutaan vaksin Covid-19 ke Indonesia memberikan harapan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Tak terkecuali bagi musisi lokal yang sudah hampir setahun lamanya sepi job manggung akibat pandemi Covid-19. Salah satu musisi lokal sekaligus personel band lokal asal Bengkulu pun mengungkapkan harapannya pada kehadiran vaksin Covid-19 di Indonesia.

“Saya pribadi berharap semua dapat kembali membaik seperti semula dan untuk musik Indonesia, khususnya Appendix's Band agar dapat menjalankan visi-misi kami di tahun 2021," kata Rizky Nurikhsan, Senin (4/1).

“Rencana saya dan anggota band di tahun ini akan menyelesaikan pembuatan lagu baru kami dan insya Allah akan kami lepas di bulan Maret mendatang," ujarnya menambahkan

Rizky tak menampik pandemi Covid-19 sangat berdampak pada nasib musisi lokal. Banyaknya jadwal manggung dan event yang harus dibatalkan membuat pendapatan pun menjadi berkurang.

“Biasanya kami manggung dari cafe ke cafe. Tapi selama pandemi ini kami hanya dapat beberapa undangan virtual untuk manggung. Ini menyebabkan perekonomian anggota band kami menyusut karena harus menggunakan uang dari tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata pianis kelahiran 1997 tersebut.

Selain berpengaruh pada pendapatan, pandemi Covid-19 juga berpengaruh pada berbagai planning musisi lokal yang direncanakan sebelumnya. Rizky bahkan tak menampik kalau ada banyak rencananya bersama band yang gagal terealisasi tahun lalu.

“Cita-cita manggung di beberapa kabupaten di bengkulu jadi belum bisa dilaksanakan. Sangat terasa sekali pengaruhnya terutama di bidang ekonomi pribadi maupun band,” ucap pria yang akrab disapa Rizky Ting ini.

Namun agar bisa tetap bertahan hidup sekaligus berkarya, baik Rizky maupun musisi lokal lainnya banyak yang memutar otak. Bagi Rizky dan Appendix's Band, mereka memilih membiasakan diri mengikuti event musik virtual yang beberapa kali sudah berlangsung. Meskipun intensitasnya tidak sebanyak gelaran konvensional.

Selain itu, mereka juga rutin mengisi lagu melalui saluran YouTube dan tetap mempromosikan band melalui media sosial. Berbagai upaya tersebut seolah memperlihatkan bagaimana musisi lokal begitu berusaha agar tetap survive di tengah keterbatasan akibat pandemi Covid-19. Namun kehadiran vaksin membuat Rizky maupun musisi lainnya memiliki harapan baru. Terutama harapan kembali normalnya industri musik Tanah Air sehingga mereka tetap dapat terus berkarya ke depan.

“Sekarang kami lagi menulis judul untuk lagu baru kami. Sesekali kami check sound di studio yang pastinya dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata dia.

Appendix’s Band sendiri sudah cukup memiliki nama di panggung musik Bengkulu. Band indie ini pernah menjadi jawara Loopstik Telkomsel Bengkulu 2014 dan mendapatkan kesempatan dua lagunya dijadikan sebagai Nada Sambung Pribadi (NSP) dengan hak menerima royalti. Appendix’s Band pun mampu mengantongi belasan juta rupiah dari royalti NSP yang diterima.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA