Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Lampard Butuh Waktu

Senin 04 Jan 2021 13:29 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Didi Purwadi

Pelatih Chelsea Frank Lampard saat laga melawan Manchester City di Stamford Bridge.

Pelatih Chelsea Frank Lampard saat laga melawan Manchester City di Stamford Bridge.

Foto: EPA-EFE/Andy Rain
Chelsea merosot ke kursi kedelapan klasemen dengan perolehan nilai 26 poin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kekalahan 1-3 dari menjamu Manchester City di Stamford Bridge, London, Senin (4/1) malam dini hari WIB makin memperpanjang rentetan hasil buruk Chelsea. Sang manager, Frank Lampard, pun dirumorkan akan digantikan lebih cepat.

Roy Keane, legenda Manchester United, mengatakan Lampard butuh waktu untuk menyulap Chelsea seperti Liverpool yang mampu menjuarai Liga Primer Inggris dan bersaing di papan atas klasemen dalam empat musim terakhir. Selain masih muda dengan usianya 42 tahun, Lampard juga masih minim pengalaman dalam menangani sebuah tim.

"Jika Anda melihat situasi Frank masuk ke manajemen, dia baru dalam hal itu. Dia barud berusia 42 tahun,'' kata Keane, dikutip dari Liverpool Echo, kemarin.

Keane mencontohkan Juergen Klopp yang sukses membawa Liverpool meraih juara Liga Champions dan Liga Primer Inggris. Pada musim pertamanya yakni 2015, Klopp hanya mampu membawa The Reds finis di urutan kedelapan Liga Inggris. Namun, Klopp diberi waktu membenahi Liverpool sehingga menjadi tim yang mampu secara teratur menantang trofi.

The Blues, demikian julukan Chelsea, telah menghabiskan banyak uang untuk memboyong pemain seperti Hakim Ziyech, Timo Werner dan Kai Havertz di musim panas. Namun performa tidak konsisten klub London telah memicu spekulasi bahwa Roman Abramovich mungkin akan menggantikan Lampard lebih cepat daripada yang diperkirakan banyak orang.

Lampard pun menyatakan setiap manager termasuk Klopp butuh waktu dalam membenahi tim. Mantan gelandang Timnas Inggris ini menyebut keberhasilan Liverpool bersama Klopp menjadi contoh sebuah kesabaran dalam membenahi sebuah tim.

"Semuanya harus berproses dan terkadang prosesnya sulit," kata Lampard.

Lampard pun setidaknya sudah mampu membuktikan membawa Chelsea bertengger di puncak klasemen. Pada 6 Desember 2020, Chelsea sukses membungkam tamunya Leeds United 3-1 di Stamford Bridge. Kemenangan tersebut membawa Chelsea menempati puncak klasemen dengan 22 poin dari 11 pertandingan. 

Chelsea saat itu menyalip Tottenham Hotspur dan juara bertahan Liverpool yang hanya terpaut satu poin dan baru akan bermain pada hari berikutnya. The Blues berhasil berada di puncak klasemen untuk pertama kali sejak September 2018. 

Namun, setelah itu, Chelsea menelan serentetan hasil buruk. Terakhir ketika Manchester City sukses mencuri angka sempurna saat berkunjung ke markas Chelsea pada Senin (4/1) dini hari WIB.

Ketiga gol City tercipta pada interval babak pertama melalui Ilkay Guendogan menit ke-18, Phil Foden menit ke-21, dan Kevin De Bruyne menit ke-34. Berkat hasil positif tersebut City berhak naik ke posisi lima klasemen dengan perolehan angka 29 dari delapan kemenangan, lima seri, dan dua kekalahan. Mereka tertinggal empat angka atas Liverpool di peringkat pertama.

Sedangkan Chelsea merosot ke kursi kedelapan klasemen dengan perolehan nilai 26 dari tujuh kemenangan, lima imbang, dan lima kalah. Ini juga memperpanjang catatan tak pernah menang the Blues dalam tiga laga terakhir mereka di Liga Primer.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA