Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Malaysia Diguncang Skandal, 40 Tahun Jual Daging Halal Palsu

Kamis 31 Dec 2020 15:28 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah

Malaysia Diguncang Skandal, 40 Tahun Jual Daging Halal Palsu. Ilustrasi

Malaysia Diguncang Skandal, 40 Tahun Jual Daging Halal Palsu. Ilustrasi

Foto: ANTARA/Jojon
Hal ini memicu kemarahan di negara mayoritas Muslim itu.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Skandal penipuan daging mengguncang Malaysia, setelah kantor berita lokal menemukan kartel yang diduga menyuap petugas bea cukai untuk menyelundupkan semua jenis daging dan memberinya label halal. Hal ini memicu kemarahan di negara mayoritas Muslim itu.

Menurut New Straits Times, yang pertama kali melaporkan ceritanya, selama lebih dari 40 tahun, para konspirator diduga menyuap pejabat senior dari beberapa lembaga pemerintah untuk mengimpor daging dari rumah pemotongan hewan bersertifikat non-halal termasuk Brasil, Bolivia, Kanada, China, Kolombia, Meksiko, Spanyol dan Ukraina.

Dilansir di South China Morning Post pada Kamis (31/12), beberapa yang diimpor antara lain daging kanguru dan kuda. Daging itu kemudian dicampur dan dijual sebagai daging sapi halal.

Baca Juga

New Straits Times melaporkan, satu-satunya negara yang boleh diimpor oleh perusahaan Malaysia adalah Australia, Argentina, Brasil, India, Afrika Selatan, Pakistan, Jepang, Selandia Baru, dan Amerika Serikat (AS). Impor ditangani oleh Departemen Pengembangan Islam Malaysia dan Departemen Layanan Hewan.

Sertifikasi halal menegaskan produk telah disiapkan sesuai dengan hukum Islam. Ini adalah persyaratan agama bagi Muslim secara global serta di Malaysia.

Hal ini juga termasuk bisnis besar, negara ini telah berusaha menjadi pusat global untuk pasar halal internasional senilai 2,3 triliun dolar AS. Saat ini, mereka mengekspor sekitar sembilan miliar dolar AS produk bersertifikat halal termasuk makanan, kosmetik, dan produk farmasi ke China, Singapura, AS, Jepang, dan tempat lain.

 

Laporan berita tidak menyebutkan nama anggota kartel, dan satu orang telah ditangkap. Polisi telah menjanjikan penyelidikan menyeluruh yang akan mencakup setiap bagian dari rantai penyelundupan, penyimpanan, dan pemrosesan.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA