Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Bizhare Siap Buka Layanan Syariah dan Obligasi pada 2021

Kamis 31 Dec 2020 13:53 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolandha

Platform urun dana digital, Bizhare siap melakukan inovasi dan terobosan terbaru pada tahun 2021 mendatang. CEO Bizhare, Heinrich Vincent mengatakan akan ada layanan baru yang diluncurkan untuk membantu lebih banyak masyarakat bebas finansial sekaligus membantu pendanaan untuk UKM di seluruh Indonesia.

Platform urun dana digital, Bizhare siap melakukan inovasi dan terobosan terbaru pada tahun 2021 mendatang. CEO Bizhare, Heinrich Vincent mengatakan akan ada layanan baru yang diluncurkan untuk membantu lebih banyak masyarakat bebas finansial sekaligus membantu pendanaan untuk UKM di seluruh Indonesia.

Foto: Freepik.com
Bizhare juga akan segera mempersiapkan pengembangan untuk aplikasi mobile.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Platform urun dana digital, Bizhare siap melakukan inovasi dan terobosan terbaru pada tahun 2021 mendatang. CEO Bizhare, Heinrich Vincent mengatakan akan ada layanan baru yang diluncurkan untuk membantu lebih banyak masyarakat bebas finansial sekaligus membantu pendanaan untuk UKM di seluruh Indonesia.

"Kami akan menghadirkan layanan penerbitan obligasi bagi UKM, juga akan segera menghadirkan layanan Bizhare Syariah, Pasar Sekunder, fitur untuk Pemilik Bisnis dan berkolaborasi dengan berbagai partner, yang akan segera kita umumkan dalam waktu dekat," katanya dalam keterangan pers, Kamis (31/12).

Baca Juga

Layanan penerbitan obligasi seperti tertulis dalam aturan baru Securities Crowdfunding sesuai POJK 57 tahun 2020 yang baru saja diterbitkan oleh OJK. Layanan ini diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebar bagi pemilik bisnis UKM bukan hanya menerbitkan saham untuk mendapatkan pendanaan dari investor, namun juga dengan instrumen EBUS Obligasi ataupun sukuk.

Bizhare juga akan segera mempersiapkan pengembangan untuk aplikasi mobile Bizhare untuk para pengguna mengingat kebutuhan akan aplikasi mobile ini terus meningkat. Harapannya bisa mempermudah para investor dalam berinvestasi kepada UKM potensial di seluruh Indonesia melalui Bizhare.

Selain itu, menyambut akhir tahun, Bizhare memberikan apresiasi kepada tiga penerbit yang menjalankan bisnisnya melalui pendanaan Bizhare melalui program Bizhare Awards 2020. Pemilihan tiga penerbit terbaik ini dibagi menjadi tiga kategori yakni Penerbit denganPerforma Bisnis Terbaik yang dimenangkan oleh PT Kolaborasi Unggul Bersama, PT Kreasi Roti Nusantara sebagai Penerbit Paling Kooperatif dan kategori Penerbit dengan Penjualan Saham Tercepat yang diraih oleh PT Ritel Bersama Satu.

Ia berhadap berharap dukungan ini dapat menjadi stimulus bagi para penerbit untuk terus dapat mengembangkan bisnisnya dan berkontribusi dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja melalui bisnis UKM. Dari total 43 penerbit yang berhasil menjalankan bisnisnya melalui pendanaan Bizhare, telah sukses menyerap tenaga kerja sekitar 400 orang.

"Sejauh ini, Bizhare bersama dengan para penerbit yang ada di Bizhare sudah berhasil menciptakan ratusan lapangan pekerjaan, yang sudah mencapai 300-400 orang yang berasal dari masyarakat sekitar, yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Depok, Tangerang, Bogor, Surabaya, Bandung, Bali, NTB, Padang, Purwokerto, Magelang, Riau, Lampung dan Sumatera Selatan," jelas Vincent.

Pada 2021 Bizhare menargetkan akan ada sekitar 300 bisnis UKM yang dapat bergabung menjadi penerbit. Bizhare optimis bahwa hal ini akan tercapai mengingat pertumbuhan minat pengguna layanan Equity Crowdfunding berkembang pesat sebesar 100 persen selama tahun 2020.

Bizhare juga akan terus memperluas kesempatan masyarakat untuk mendukung laju perkembangan bisnis UKM di Indonesia melalui investasi Equity Crowdfunding. Salah satunya wujud nyata Bizhare untuk mempermudah masyarakat luas dapat mulai berinvestasi yaitu dengan membuka harga saham mulai dari Rp 50 ribu.

"Sebanyak 76 persen dari total pengguna layanan Bizhare ialah mereka yang berada di usia produktif, hal ini menunjukkan bahwa semangat masyarakat akan manfaat investasi semakin besar," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA