Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Akhir 2020, Bank Mandiri Prediksi Kredit Minus 1 Persen

Kamis 31 Dec 2020 10:39 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memprediksi pertumbuhan kredit industri perbankan mengalami kontraksi minus satu pada akhir tahun ini. Proyeksi tersebut karena sampai Oktober 2020 penyaluran kredit perbankan nasional masih terkoreksi minus 0,5 persen (yoy) menjadi Rp 5.480,3 triliun.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memprediksi pertumbuhan kredit industri perbankan mengalami kontraksi minus satu pada akhir tahun ini. Proyeksi tersebut karena sampai Oktober 2020 penyaluran kredit perbankan nasional masih terkoreksi minus 0,5 persen (yoy) menjadi Rp 5.480,3 triliun.

Foto: istimewa
Ketidakpastian karena pandemi mengakibatkan pelemahan permintaan kredit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memprediksi pertumbuhan kredit industri perbankan mengalami kontraksi minus satu pada akhir tahun ini. Proyeksi tersebut karena sampai Oktober 2020 penyaluran kredit perbankan nasional masih terkoreksi minus 0,5 persen (yoy) menjadi Rp 5.480,3 triliun. 

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan sepanjang tahun lalu penyaluran kredit industri perbankan masih bisa mencatatkan pertumbuhan positif 6,1 persen (yoy). Namun, pada tahun ini sulit untuk bisa tumbuh positif akibat pandemi Covid-19. 

"Ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 yang mengakibatkan pelemahan pertumbuhan ekonomi yang selanjutnya berdampak pada pelemahan permintaan kredit dan penurunan kualitas kredit," ujarnya dalam risetnya, Kamis (31/12).

Menurutnya penyaluran kredit ke sektor-sektor utama seperti perdagangan, pengolahan, dan pertanian masih menurun. Adapun pertumbuhan kredit negatif pada Oktober meneruskan tren pelemahan sejak Maret 2020 yang sempat tumbuh 7,95 persen (yoy). 

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA