Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Meski Krisis, Lebanon Pesan 2 Juta Vaksin Covid-19 Pfizer

Selasa 29 Dec 2020 18:17 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Nashih Nashrullah

Lebanon siap melakukan vaksinasi Covid-19 Pfizer-BioNTech . Vaksin (ilustrasi)

Lebanon siap melakukan vaksinasi Covid-19 Pfizer-BioNTech . Vaksin (ilustrasi)

Foto: AP Photo/LM Otero
Lebanon siap melakukan vaksinasi Covid-19 Pfizer-BioNTech

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT – Pemerintah Lebanon telah memesan hampir dua juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech untuk melawan virus corona. Sebanyak 2 juta dosis vaksin tersebut diharapkan mencakup hingga 20 persen dari populasi.

Menteri Kesehatan Lebanon, Hamad Hassan, dalam konferensi pers pada Senin (28/12), mengatakan pemerintah telah bernegosiasi dengan perusahaan tersebut untuk memperoleh vaksin dan diharapkan berada di Lebanon pada Februari 2020. Kesepakatan itu diharapkan segera ditandatangani Senin depan. 

Baca Juga

Lebanon tengah terhuyung-huyung dalam krisis ekonomi bersejarah yang telah membuat pemerintah berhutang kekurangan uang tunai dan mata uang asing. Para donor dan pendukung asing telah menahan diri untuk membiayai defisit pemerintah yang menuntut reformasi besar, yang gagal terwujud karena perebutan politik di antara berbagai pusat kekuasaan negara dan kelompok sektarian. 

Assem Araji, anggota parlemen yang mengepalai komite kesehatan parlemen, mengatakan kesepakatan yang sedang dinegosiasikan adalah untuk 18 dolar AS per dosis, harga yang mempertimbangkan masalah ekonomi Lebanon. Kesepakatan 27 juta dolar akan mengamankan 1,5 juta vaksin sementara negara tersebut bernegosiasi untuk menerima hampir dua juta. 

Mr Araji mengatakan kepada The Associated Press bahwa pemerintah harus membayar deposit 4 juta dolar pada saat penandatanganan. Dia berharap bisa menutupi sisanya dengan meminjaman pada Bank Dunia yang telah dialihkan untuk menutupi biaya terkait pandemi. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA