Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

Atasi Covid-19, Pemprov DKI Siap Tambah 2.767 Tenaga Medis

Selasa 29 Dec 2020 09:55 WIB

Rep: Eva Rianti/ Red: Hiru Muhammad

Sejumlah tenaga medis membawa sampel tes usap di Jakarta, Rabu (16/12). Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan kapasitas tes untuk mendiagnosa Covid-19 di Indonesia terus meningkat, hingga pekan pertama Desember 2020 sudah mencapai 96,35 persen dan semakin mendekati target WHO. Republika/Putra M. Akbar

Sejumlah tenaga medis membawa sampel tes usap di Jakarta, Rabu (16/12). Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan kapasitas tes untuk mendiagnosa Covid-19 di Indonesia terus meningkat, hingga pekan pertama Desember 2020 sudah mencapai 96,35 persen dan semakin mendekati target WHO. Republika/Putra M. Akbar

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pemprov DKI akan terus meningkatkan kapasitas SDM sesuai dengan kebutuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Angka kasus Covid-19 di DKI Jakarta terus mengalami peningkatan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan sejumlah upaya penambahan fasilitas sarana dan prasarana, termasuk sumber daya manusia (SDM) atau tenaga kesehatan (nakes).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza mengatakan, pihaknya memastikan akan menambah jumlah tenaga medis yang menangani para pasien Covid-19. Jumlah nakes yang tengah disiapkan mencapai lebih dari 2.000 orang. "Kami baru-baru ini sudah mengajukan ke Kementerian Kesehatan terkait adanya perlu penambahan 2.767 tenaga kesehatan," ujar Ariza di Balai Kota Jakarta, Senin (28/12). 

Adanya ribuan tenaga medis tersebut akan menambah jumlah nakes yang saat ini diketahui berjumlah 40 ribu. Ariza menuturkan, pihaknya akan terus meningkatkan kapasitas SDM sesuai dengan kebutuhan. "Sekarang sudah lebih dari 40 ribu. Jadi ini terus kami tingkatkan sesuai dengan fakta data yang ada," terangnya. 

Ariza juga menyampaikan, pihaknya memastikan seluruh fasilitas yang dibutuhkan bisa dipenuhi. Selain tenaga kesehatan, juga jumlah rumah sakit, ruang isolasi, ruang ICU, laboratorium, serta tempat tidur. "Maka kami selalu melakukan pemantauan, pengawasan, evaluasi, mengantisipasi untuk memastikan agar semua fasilitas sarana dan prasarana sesuai kebutuhan," jelasnya. 

Sebelumnya diketahui, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menambah kapasitas tenaga medis yang menangani pasien Covid-19. Hal itu mengingat terus meningkatnya jumlah pasien Covid-19 yang tidak sebanding dengan jumlah tenaga medis, di samping adanya upaya penambahan kapasitas tempat tidur.  "Begitu ada penambahan ruang tempat tidur, penambahan pasien, saya kira harusnya tenaga medis bertambah. Saya minta Pemda DKI sesegera mungkin untuk memproses penerimaan 2.000 tenaga medis,” kata Taufik. 

Taufik mengungkapkan adanya rencana Pemprov DKI Jakarta untuk menambah kapasitas ruang isolasi bagi pasien Covid-19. Menurutnya, selain menambah ruang isolasi, Pemprov DKI Jakarta juga harus segera menyediakan tenaga medis yang menangani pasien.“Jadi jangan sampai ruang tersedia, pasien sudah ada di ruangan, tapi yang mengurus, tenaga medisnya kurang. Saya meminta Pemda DKI segera mempersiapkan tenaga medisnya, melihat perkembangan peningkatan yang terpapar,” jelasnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA