Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Singapura Puji Peran Melayu/Muslim Cegah Penyebaran Covid-19

Senin 28 Dec 2020 12:45 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

Singapura Puji Peran Melayu/Muslim Cegah Penyebaran Covid-19. Masjid Abdul Gaffour, Singapura.

Singapura Puji Peran Melayu/Muslim Cegah Penyebaran Covid-19. Masjid Abdul Gaffour, Singapura.

Foto: muis.gov.sg
Warga Melayu/Muslim Singapura telah bertindak secara bertanggung jawab selama pandemi

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Peran warga Muslim atau Melayu Singapura dalam membantu mencegah penyebaran virus corona di negara itu menuai pujian. Menteri Urusan Muslim Masagos Zulkifli pada 18 Desember lalu mengatakan warga Melayu/Muslim Singapura telah bertindak secara bertanggung jawab selama wabah Covid-19 tahun ini.

Mereka disebut berperan membantu mencegah penyebaran virus corona. Masagos, yang juga Menteri Sosial dan Pengembangan Keluarga, menyoroti bagaimana komunitas Melayu/Muslim tidak hanya bertindak membantu satu sama lain, tetapi juga memainkan peran dalam mengekang penyebaran virus corona di Singapura.

Baca Juga

Selama wawancara dengan para pemimpin Melayu/Muslim pada 18 Desember lalu, ia memuji penyesuaian yang dilakukan komunitas Muslim terhadap cara hidup untuk mencegah situasi virus corona memburuk di negara itu. Penyesuaian itu di antaranya dengan penutupan masjid, penangguhan sholat berjamaah, penundaan haji, dan menangguhkan mengunjungi kerabat dan keluarga selama perayaan Hari Id tahun ini.

Pada saat yang sama, Melayu/Muslim Singapura bekerja membantu mereka yang paling membutuhkan. Masagos mengatakan, komunitas Melayu/Muslim telah mengumpulkan tiga juta dolar pada April, di tengah bulan Ramadhan.

Upaya dasar, yang dinamai SGUnited Buka Puasa, ini mendistribusikan makanan kepada 20 ribu orang di garda terdepan dan keluarga yang membutuhkan setiap hari. "Ini semua adalah hasil yang luar biasa dari semangat kebersamaan dalam komunitas kita, tingkat pencapaian, yang dididik dalam masyarakat terbuka, mampu menyatukan masyarakat. Tidak hanya untuk kebutuhannya sendiri, tetapi juga untuk berkontribusi agar tidak menyebarkan virus ke orang lain karena praktik yang biasa kami lakukan," kata Masagos, dilansir di The Straits Times, Senin (28/12).

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA