Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

Potensi Bank Syariah Muhammadiyah Besar dan Penuh Tantangan

Senin 28 Dec 2020 05:37 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Friska Yolandha

Peneliti Ekonomi Syariah dari SEBI School of Islamic Azis Setiawan menjelaskan, Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk mendirikan bank syariah sendiri. Salah satu faktor utamanya, Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat (ormas), mempunyai anggota dan amal usaha yang berskala luas.

Foto:
Pendirian bank syariah membutuhkan visi yang kuat, modal besar dan SDM profesional.

Dengan demikian, Azis menekankan, kesiapan jangka panjang untuk menjadi pemegang saham pengendali bank syariah harus ditopang permodalan yang kuat. Terlebih, likuiditas besar dari Muhammadiyah selama ini lebih banyak diarahkan untuk menggerakkan roda amal usahanya.

"Maka menjadi penting untuk melakukan konsolidasi dan melihat seluruh potensi Muhammadiyah jika benar ingin mengarah ke sana (pendirian bank syariah)," tutur Azis.

Tantangan berikutnya yang akan dihadapi Muhammadiyah adalah disrupsi teknologi dan dampak dari pandemi. Azis menuturkan, pendirian bank syariah akan membutuhkan tim professional yang sangat kuat dan mampu membangun tata kelola baik. Jika tidak, potensi mismanagement akan sangat besar.

Azis mengatakan, beberapa tantangan itu belum ditambah dengan kondisi pandemi saat ini. Ia menilai, pendirian bank syariah baru mungkin tidak terlalu tepat untuk situasi penuh tekanan sekarang.

 

Azis menyebutkan, akuisisi bank yang sedang lemah untuk diambil alih dan dikonversi dapat menjadi alternatif lebih realistis apabila semua prasyarat sebelumnya sudah terpenuhi. "Dengan demikian fokus pada pengembangan dan ekspansi bisa lebih cepat dijalankan oleh tim manajemen baru tersebut," ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA