Thursday, 5 Jumadil Awwal 1443 / 09 December 2021

Thursday, 5 Jumadil Awwal 1443 / 09 December 2021

Jalaludin Rumi: Syukur Itu Anggur, Maka Mabuklah (3)

Jumat 25 Dec 2020 09:58 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Elba Damhuri

Jalaluddin ar-Rumi (ilustrasi).

Jalaluddin ar-Rumi (ilustrasi).

Foto: quantummethod.org
Syair-syair Maulana Jalaludin Rumi begitu indah menggugah.

REPUBLIKA.CO.ID – Jalaludin Rumi meninggal 747 tahun yang lalu, yang baru saja dirayakan peringatan kematiannya di Konya, Turki.

Maulana Jalaluddin Rumi merupakan seorang sufi yang dikenal akan syair-syairnya yang menggugah jiwa. Puisi-puisi Rumi bernafaskan ketuhanan, dan kerinduan kepada Allah SWT semata. 

Tak lupa, dalam puisinya pula Rumi kerap mengingatkan manusia terhadap kebahagiaan dan rasa syukur atas nikmat yang diberi.

Dalam buku Belajar Hidup dari Rumi karya Haidar Bagir disebutkan, manusia menurut Rumi harus berjuang untuk mengembangkan kepribadiannya sehingga mampu berada di dalam takdir yang dia dapat. 

Menurut Rumi, manusia diturunkan ke bumi dengan kebebasannya memilih. Maka itu dia harus berusaha mengisi kehidupannya dengan kebahagiaan dengan berupaya sungguh-sungguh. 

BACA JUGA: Jalaludin Rumi: Reuni dengan Tuhan (2)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA