Kamis 24 Dec 2020 11:15 WIB

PLN Jabar Siapkan 72 Posko, Siagakan 3.799 Personel

Penjualan listrik PLN hingga November 2020 turun 2,01 persen dibanding 2019.

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad
ilustrasi. Sebagai bentuk upaya menyukseskan Pilkada, perayaan Natal dan menyambut Tahun Baru 2021, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat siap memperkuat keandalan pasokan listrik dan meningkatkan kesiapan dengan melakukan sejumlah persiapan.
Foto: dok pln
ilustrasi. Sebagai bentuk upaya menyukseskan Pilkada, perayaan Natal dan menyambut Tahun Baru 2021, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat siap memperkuat keandalan pasokan listrik dan meningkatkan kesiapan dengan melakukan sejumlah persiapan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Sebagai bentuk upaya menyukseskan pikada, perayaan Natal, dan menyambut Tahun Baru 2021, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat siap memperkuat keandalan pasokan listrik dan meningkatkan kesiapan dengan melakukan sejumlah persiapan.

Menurut Manager Komunikasi Iwan Ridwan, untuk meminimalisir adanya gangguan,  PLN membuat 72 Posko Siaga yang tersebar di wilayah Jawa Barat dan sebanyak  3.799 orang personil yang disiagakan lengkap dengan sarana penunjang. Semua, bersiaga untuk melakukan pemantauan khusus ke tempat-tempat ibadah (terutama gereja) maupun pusat-pusat keramaian selama 24 jam penuh untuk menjaga jaringan listrik tetap andal dan nyaman bagi para pelanggan.  "Tak lupa, kami juga tetap melakukan siaga rawan bencana," ujar Iwan dalam siaran persnya, Kamis (24/12).

Menurutnya, di 17 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN UID Jawa Barat juga telah dilaksanakan Gelar Pasukan di masing-masing wilayah untuk mengecek kesiapan petugas dan peralatan dalam rangka menyambut momen penting di penghujung tahun 2020. 

Beberapa upaya yang juga dilakukan di dalam periode siaga tersebut, kata Iwan, antara lain PLN menyiapkan 103 Genset, 20 UPS, 99 Unit Gardu Bergerak, 12 Unit Kendaraan Deteksi dan 700 Unit Kendaraan Operasional serta tidak melakukan pekerjaan/pemeliharaan yang dapat mengganggu pasokan listrik, kecuali pekerjaan perbaikan yang disebabkan gangguan dan kondisi emergency. Yakni, keadaan yang apabila tidak dilakukan perbaikan akan berdampak padam meluas dan membahayakan keselamatan pelanggan. 

Iwan mengatakan, beban puncak siang hari Natal tahun 2020 diperkirakan sekitar 4.989 MW turun 5,4 persen dari beban puncak Natal pada siang hari di tahun 2019 sebesar 5.278 MW. 

Sedangkan pada malam hari, kata dia, Beban Puncak Natal tahun 2020 diprediksi mencapai  5.724 MW turun 6,2 persen dari realisasi Beban Puncak Natal pada malam hari di tahun 2019 yaitu 6.108 MW. 

Untuk perayaan Malam Tahun Baru 2021, kata dia, PLN memperkirakan Beban Puncak diprediksi mencapai 6.443 MW lebih rendah dibandingkan dengan realisasi Beban Puncak pada malam tahun baru 2019 sebesar 6.875 MW.  "Daya mampu pasok PLN Distribusi Jawa Barat 12.083 MW," katanya.

Total Penjualan Energi Listrik, kata dia, sampai bulan November 2020 sebesar 45,6 TWh atau mengalami Penurunan sebesar 2,01 persen, dibandingkan dengan November tahun 2019 (yaitu sebesar 0,93 TWh ).  

Jumlah Pelanggan PLN Distribusi Jawa Barat sendiri, kata dia, hingga bulan November 2020 tercatat 15,104 juta pelanggan, naik 3,25 persen dari jumlah pelanggan pada bulan November 2019 yang tercatat 14,629 juta pelanggan.

Sebelum perayaan Natal dan Tahun Baru tahun ini dilaksanakan, PLN menghimbau kepada masyarakat untuk:

(1) Dikarenakan saat ini memasuki musim hujan, dimohon pelanggan untuk menjauhkan alat elektronik dan instalasi listrik dari potensi terkena air yang mengakibatkan tersetrum

(2) Tidak bermain-main dengan kembang api di sekitar tiang, kabel maupun jaringan listrik karena berpotensi mengakibatkan kebakaran.

(3) mematikan seluruh aliran listrik dan mencabutnya dari stop kontak sebelum meninggalkan rumah dalam waktu yang lama untuk menghindari korsleting.

(4) membeli token listrik cadangan agar persedian listrik cukup dan tak lupa menyelesaikan pembayaran rekening listrik bagi pelanggan pascabayar agar tidak terkena denda dan pemutusan sementara. 

Masyarakat menemukan ketidaknyamanan dalam pelayanan kelistrikan dalam momen Siaga Natal dan Tahun Baru ini dapat segera menghubungi Contact Center PLN 123 untuk mendapatkan penanganan petugas selama 24 jam. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement