Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Beda Pahala Baca Alquran Tartil dengan Cepat-Cepat

Kamis 24 Dec 2020 09:06 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: A.Syalaby Ichsan

KH Ahsin Sakho Muhammad

KH Ahsin Sakho Muhammad

Foto: Agung Supriyanto Republika
Prioritas membaca Alquran serta kualitas membaca Alquran perlu diperhatikan

REPUBLIKA.CO.ID, Alquran adalah suatu hal suci yang langsung diturunkan Allah (munazal). Karena itu, patut bagi setiap Muslim untuk membacanya. Bagi mereka yang belum mampu untuk mengamalkan seluruh kandungan Alquran,  alangkah baiknya untuk memulai kebaikan niat mengamalkannya sambil membaca dan memahami.

Alquran sebagai sesuatu yang mulia, tentunya memiliki keistimewaan pahala tersendiri bagi umat Islam yang membacanya. Namun yang perlu diperhatikan adalah jika seseorang membaca Alquran dengan tartil, sesungguhnya pahala yang didapatkan akan berbeda dengan orang yang membaca Alquran dengan cepat-cepat.

“Kalau membaca Alquran dengan tartil, maka pahalanya itu anteub (sedikit tapi berat), namun kalau bacaannya itu cepat-cepat, dia banyak pahalanya tapi enteng-enteng,” kata KH Ashin Sakho dalam kajian live streaming, di Ahsin Sakho Center, Rabu (23/12) malam.

Maka demikian, alangkah baiknya prioritas membaca Alquran serta kualitas membaca Alquran  perlu diperhatikan dengan seksama. Sebab Rasulullah SAW pernah bersabda dalam hadis riwayat Al-Baihaqi: “Afdhalu ibadati ummati qira-atil-Qurani.” Yang artinya: “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Alquran,”.

Di sisi lain, Kiai Ahsin Sakho menjabarkan, begitu dengan pahala orang yang membaca Alquran, orang yang mendengarkan pembacaan Alquran juga dapat diliputi rahmat. Asalkan mendengarkannya dengan baik serta tenang. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-A’raf ayat 204.Allah berfirman: “Wa idza quri-al Qur’ani fastami’u lahu wa anshitu la’allakum turhamun.” Yang artinya: “Dan apabila dibacakan Alquran, maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.”

Untuk itulah, dia menjelaskan, salah satu cara untuk menghadirkan kembali Alquran dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan membaca, memahami, dan mendengarkan bacaan Alquran. Sebagai manusia, sudah sangat pasti setiap diri akan tergantung pada Alquran sebagai pengatur irama kehidupan manusia. Alquran adalah petunjuk, jika hidup tanpa itu maka manusia akan tersesat.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA