Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

Atalia Ridwan Kamil Wisuda 2.700 Lulusan Sekoper Cinta

Selasa 22 Dec 2020 18:02 WIB

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad

Ketua Umum Sekoper Cinta (Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita) Atalia Praratya Ridwan Kamil mewisuda perwakilan lulusan Sekoper Cinta di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (22/12/2020).

Ketua Umum Sekoper Cinta (Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita) Atalia Praratya Ridwan Kamil mewisuda perwakilan lulusan Sekoper Cinta di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (22/12/2020).

Foto: Humas Jabar
Sekoper Cinta adalah inovasi mendorong kemandirian perempuan sebagai istri dan ibu

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Ketua Umum Sekoper Cinta (Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita) Atalia Praratya Ridwan Kamil mewisuda 2.700 lulusan Sekoper Cinta secara virtual. 

Surat kelulusan diserahkan langsung oleh Atalia kepada dua perwakilan lulusan Sekoper Cinta dalam peringatan Hari Ibu ke-92 Tahun 2020 Tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (22/12)."Tahun ini dengan kreativitas, kita tetap bisa mewisuda 2.700 orang secara online. Ini lulusan Sekoper Cinta angkatan kedua," ujar Atalia. 

Atalia mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, pembelajaran Sekoper Cinta menerapkan konsep blended learning, baik daring maupun luring. Modul Sekoper Cinta yang telah disusun secara komprehensif ditayangkan di TVRI Jabar dan YouTube Sekoper Cinta Jabar. 

Selain itu, kata dia, sebanyak 645 fasilitator Sekoper Cinta turut mendampingi para perempuan, yang didominasi oleh ibu, selama mengikuti pembelajaran.

Metode pembelajaran yang dilakukan, kata dia, secara jarak jauh kita bekerja sama dengan TVRI dan ada pendampingan dari fasilitator sebanyak 645 orang. "Dengan begitu, kegiatan pembelajaran tetap bisa dilakukan dengan pendampingan dan protokol kesehatan yang maksimal," katanya. 

Sekoper Cinta, kata dia, merupakan inovasi Pemerintah Provinsi Jabar untuk mendorong kemandirian perempuan tanpa meninggalkan kodrat sebagai seorang istri dan ibu. 

Sekoper Cinta juga mengajarkan para perempuan untuk mengetahui potensi diri serta meningkatkan keterampilan dengan pembagian kelompok kecil berdasarkan minat masing-masing, mulai dari menjahit, memasak, hingga urusan kecantikan.

Atalia berharap, lulusan Sekoper Cinta, dengan bekal pengetahuan, dapat memberikan manfaat dan membawa perubahan di tengah masyarakat. "Mereka hadir untuk dibukakan wawasan pengetahuannya sehingga manfaatnya akan terasa bagi masyarakat," katanya. 

"Mereka kini bisa lebih mandiri secara ekonomi termasuk berketahanan bagaimana mereka mampu menghadirkan masa depan anak-anak mereka menjadi penting," imbuhnya. 

Atalia mengatakan, peringatan Hari Ibu menjadi momentum bagi perempuan di Jabar untuk terus menggali potensi diri."Semangat perjuangan kita jangan berhenti karena tantangan akan hadir dengan cara yang berbeda. Oleh karenanya, kami ingin menumbuhkan semangat para ibu untuk terus menggali diri gali potensi dan berbahagia," katanya. 

Turut hadir melalui konferensi video Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga hadir dalam prosesi wisuda Sekoper Cinta angkatan kedua.

Bintang pun mengapresiasi Sekoper Cinta yang telah mencetak perempuan berdaya saing dan mandiri."Semangat Hari Ibu sangat sesuai dengan program Sekoper Cinta yang esensinya adalah untuk memajukan potensi-potensi bangsa. Salah satunya dengan pemberdayaan perempuan melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kemampuan," papar Bintang.

Menurut Bintang, pendidikan khususnya untuk kaum perempuan adalah bagian penting dalam membangun peradaban. Di antara program-program yang dikeluarkan pemerintah, sektor pendidikan dinilai mampu mengembangkan potensi diri perempuan untuk mencapai masa depan yang lebih baik."Dan hal itu bisa didapatkan di Sekoper Cinta," katanya. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA