Monday, 8 Rajab 1444 / 30 January 2023

Scott McTominay Disebut Mirip Roy Keane dan Paul Scholes

Senin 21 Dec 2020 22:02 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Agung Sasongko

Scott McTominay dari Manchester United merayakan gol kedua timnya selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Manchester United dan Leeds United di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Minggu 20 Desember 2020.

Scott McTominay dari Manchester United merayakan gol kedua timnya selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Manchester United dan Leeds United di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Minggu 20 Desember 2020.

Foto: AP/Michael Regan/POOL Getty
Scott McTominay mencetak dua gol saat MU melumat Leeds 6-2.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gelandang Manchester United, Scott McTominay tak mau terlalu berbangga diri setelah membintangi kemenangan 6-2 atas Leeds United pada Ahad (20/12). Pemain internasional Skotlandia itu mencetak dua gol dalam tiga menit pembukaan di Old Trafford dan menjadi pemain Liga Primer Inggris pertama yang melakukannya.

Setelah hanya mencetak delapan gol dalam 100 penampilan pertamanya untuk klub, McTominay tampak sebagai gelandang serang yang ulung. Pundit Sky Sports, Gary Neville pun membandingkan gelandang tersebut dengan legenda United Roy Keane dan Paul Scholes untuk penampilannya yang serba bisa.

Baca Juga

"Scott McTominay berubah menjadi Paul Scholes dan Roy Keane dalam tiga menit," kata Neville.

Namun, McTominay tidak mau terlalu berbangga diri. Pemain berusia 24 tahun itu mengklaim dia hanya senang melakukan pekerjaannya karena kini United hanya tertinggal lima poin di belakang pemimpin liga Liverpool, dengan satu pertandingan lebih sedikit.

"Anda hanya pergi ke lapangan untuk melakukan tugas Anda," katanya, setelah menang, dikutip dari Mirror, Senin (21/12). "Anda tidak ingin terlalu terbawa suasana? Senang bisa mencetak dua gol dan tim melakukan pekerjaan dengan sangat baik," tambahnya.

Menurutnya mulai saat ini tim harus selalu berpikir bahwa setiap pertandingan adalah pertandingan final. Terlebih, kata dia, manajer Ole Gunnar Solskjaer telah menegaskannya.

Dia menyadari selama ini tim tidak konsisten karena mendekati permainan tidak dalam kerangkaberpikir yang benar.

"Senang sekali kami mencetak enam gol hari ini. Kami mengatakan di ruang ganti bahwa kami harus membiasakan diri mencetak gol di kandang. Sangat penting memiliki benteng itu ketika tim datang ke sini," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA